BEKAWAN.CO.ID, KOBA — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) menunjukkan komitmen dan keseriusan tinggi dalam menuntaskan persoalan kesejahteraan sosial. Hal tersebut diungkapkan dalam Rapat Kerja Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Bangka Tengah yang digelar di Ruang Rapat Besar Kantor Bupati Bangka Tengah, Kamis (23/07/2026) pagi.
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, M. Anas Ma’ruf, Kepala Bappelitbangda, RM Ikmanto, serta narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Tengah, Sigit Wibowo, MM
Dalam pemaparannya, Bupati Bateng, Algafry Rahman, menyampaikan rasa syukurnya atas tren positif penurunan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Berdasarkan data tahun 2025, angka ekstrem kemiskinan berhasil ditekan hingga berada di level 0,78%, turun drastis dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 1,15% (menurun sebanyak 0,37%).
Kendati demikian, Bupati menegaskan agar seluruh jajaran perangkat daerah tidak cepat berpuas diri. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, tantangan besar di tahun 2026 adalah mencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem hingga 0%.
Aspek krusial yang dibicarakan adalah validitas data sasaran. Kabupaten Bangka Tengah mencatatkan prestasi yang membanggakan sebagai satu-satunya kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) ke Bappenas.
Algafry tekstil Dinas Sosial agar terus memverifikasi dan memvalidasi data tersebut secara by name by address . Langkah ini bantuan dinilai sangat penting agar penyaluran sosial benar-benar tepat sasaran dan meminimalisir penerima fiktif atau salah sasaran.
Selain itu, Pemkab Bangka Tengah berencana mengajukan usulan Peraturan Daerah (Perda) kepada pihak legislatif. Payung hukum ini disiapkan agar pemerintah daerah memiliki keleluasaan lebih besar dalam memberikan dukungan anggaran dan intervensi program kepada masyarakat miskin.
Ditemui usai kegiatan, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menjelaskan langkah konkret pemerintah daerah.
“Alhamdulillah hari ini kita rakor ya, dengan teman-teman OPD, BPJS, dan BPS Bangka Tengah untuk menyatukan satu data terkait angka kemiskinan. Tren kemiskinan ekstrem kita sudah menurun, alhamdulillah. Namun, angka kemiskinan secara persentase masih mengalami peningkatan, dan ini persoalan yang harus kita bedah bersama tanpa ego sektoral,” ungkapnya.
Terkait upaya pengurangan beban dan efektivitas bantuan di lapangan, ia menambahkan.
“Sebelum ini kita sudah turun langsung menemui masyarakat. Kita membantu sesuai keahlian mereka, misalnya menggandeng Dinas Perikanan dengan memberikan alat tangkap, peralatan kerja, serta pelatihan. Bantuan ini juga didukung oleh Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi. Namun, program ini memang tidak bisa menjangkau semuanya sekaligus. Oleh karena itu, seluruh bantuan ini akan kita evaluasi sejauh mana kemanfaatannya agar intervensi ke depan jauh lebih efektif,” pungkas Algafry.


















