BEKAWAN.CO.ID, LUBUK BESAR – Sinergi antara Pemerintah Desa Perlang dan pihak kepolisian terus diperkuat dalam menangani dampak banjir susulan yang melanda wilayah Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah.
Kepala Desa Perlang, Yani Basaroni, bersama Bhabinkamtibmas Brigpol Zuhri, menyambangi sedikitnya 16 Kepala Keluarga (KK) tambahan yang terdampak luapan air, Minggu (11/01/2026).
Dari total 16 KK tersebut, 13 di antaranya berada di pemukiman penduduk RT 24, sementara 3 KK lainnya merupakan nelayan yang tinggal di area muara sungai Kuala Buntu Nadi.
Dalam kunjungan tersebut, bantuan berupa bahan pokok dan kasur diserahkan langsung kepada warga. Bantuan ini bersumber dari donasi perorangan serta dukungan dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospmd) Bangka Tengah.
“Sembako kami peroleh dari sumbangan perorangan, ditambah pakan tambahan dan kasur bantuan dari Dinsospmd Bangka Tengah,” jelas Yani Basaroni.
Kades Yani membenarkan adanya peningkatan jumlah warga terdampak. Berdasarkan pendataan awal pada Jumat (09/01), tercatat ada 30 KK yang terdampak. Namun, setelah proses evakuasi yang berlangsung hingga Sabtu (10/01), jumlah tersebut bertambah 16 KK, sehingga total warga yang terdampak banjir mencapai 46 KK.
“Proses evakuasi dilakukan secara intensif selama dua hari oleh Ketua RT, aparat desa, dan Bhabinkamtibmas dengan bantuan warga sekitar,” tambahnya.
Hingga saat ini, sekitar sembilan rumah warga dilaporkan belum bisa ditempati karena kondisi peralatan rumah tangga yang belum layak guna. Para penghuninya telah dievakuasi sementara ke rumah kerabat dan tetangga terdekat.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Perlang, Brigpol Zuhri, terus memantau debit air Sungai Nadi secara rutin. Meskipun kondisi air dilaporkan mulai surut seiring menurunnya intensitas hujan, ia meminta warga untuk tidak lengah.
“Kemarin air hampir melampaui jembatan Nadi. Sekarang memang sudah surut, tapi cuaca masih ekstrem, jadi kewaspadaan harus tetap dijaga. Kami terus berkoordinasi dengan RT untuk langkah evakuasi jika sewaktu-waktu air kembali naik,” tegas Brigpol Zuhri.
Kehadiran aparat desa dan kepolisian mendapat apresiasi dari masyarakat. Malikyono, salah satu warga terdampak, mengaku merasa tenang dengan respon cepat pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas.
Selain itu, warga juga menyambut baik langkah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bangka Tengah yang telah turun ke lapangan untuk melakukan survei lokasi siring (drainase) dan plat duiker di wilayah Dusun Nadi.
“Kami sangat berharap pembangunan siring segera direalisasikan. Dengan infrastruktur yang baik, aliran air dari jalan tidak akan langsung masuk ke rumah warga saat hujan lebat kembali turun,” harap Malikyono.

















