BEKAWAN.CO.ID, NAMANG – SMAN 1 Namang sukses menyelenggarakan rangkaian acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. 1447 H yang berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat (22–23 Januari 2026). Kegiatan ini diisi dengan berbagai perlombaan kreatif serta puncak acara keagamaan yang kental dengan nuansa kearifan lokal.
Pada hari pertama, Kamis (22/1), suasana sekolah tampak meriah dengan pelaksanaan berbagai perlombaan antar-siswa. Cabang lomba yang digelar meliputi lomba ceramah, fashion show busana muslim, dan kompetisi pengetahuan agama bertajuk “Ranking Satu”. Perlombaan ini bertujuan untuk menggali potensi, bakat, serta wawasan keagamaan para peserta didik.
Puncak peringatan berlangsung pada hari kedua, Jumat (23/1), diisi dengan ceramah agama yang menghadirkan Ustazah Zaitunah sebagai penceramah. Dalam uraiannya, Ustazah Zaitunah mengupas tuntas sejarah perjalanan Isra Mikraj serta pentingnya meneladani ketaatan Rasulullah SAW. Acara kemudian ditutup dengan tradisi “Nganggung” bersama, yakni makan bersama menggunakan dulang sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
Kepala SMAN 1 Namang, Bapak Yakob P.W., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. “Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum penting untuk memperkuat karakter religius siswa agar mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan kemuliaan akhlak,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Bapak Suprianto selaku Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menekankan pentingnya esensi ibadah. Menurutnya, Isra Mikraj adalah momentum besar untuk memperkuat fondasi iman. “Semoga peringatan ini memotivasi kita semua, khususnya para siswa, untuk semakin disiplin dalam menjalankan salat lima waktu sebagai bekal karakter yang mulia,” tutur Suprianto.
Ketua OSIS SMAN 1 Namang, Azril Harji, turut menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran acara. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana refleksi diri bagi seluruh siswa untuk meningkatkan kedisiplinan dan mempererat solidaritas melalui nilai-nilai keagamaan yang dipelajari bersama di sekolah.
(Fitri – Guru bahasa Indonesia SMAN 1 Namang)















