Example floating
Example floating
    Bangka Tengah

    ‎Unjuk Karya Kokurikuler, Siswa SMP Taruna Sains Belajar Gunakan 3 Bahasa, jadi Konten Kreator, hingga Bikin Produk

    ×

    ‎Unjuk Karya Kokurikuler, Siswa SMP Taruna Sains Belajar Gunakan 3 Bahasa, jadi Konten Kreator, hingga Bikin Produk

    Sebarkan artikel ini
    Example 468x60

    BEKAWAN.CO.ID,  KOBA – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Taruna Sains Muhammadiyah Koba menyelenggarakan kegiatan Unjuk Karya Kokurikuler pertama pada semester 2 Tahun Pelajaran 2025/2026, Jumat (30/1/2026).

    ‎Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dalam mendukung program SMP Taruna Sains, sekaligus ajang unjuk kreativitas peserta didik dalam mengolah dan mengembangkan keilmuan yang berbasis sains Al-Qur’an.

    Example 300x600

    ‎Berbagai hasil karya dan penampilan siswa ditunjukkan, mulai dari Muhadarah dengan berbagai bahasa yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris, Karya Konten Sains Al-Qur’an hingga Pembuatan Tape dan Yogurt.

    ‎Wakil Kepala SMP Taruna Sains Muhammadiyah Koba Bidang Kesiswaan, Robi Permana mengatakan gelar karya kokurikuler tersebut sebagai wadah siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran berbasis projek yang kreatif, inovatif, dan berkarakter.

    ‎”Kegiatan ini juga agar memperkuat materi intrakurikuler SMP kita, menumbuhkan jiwa kreativitas mereka, kepedulian lingkungan sosial, serta bakat lainnya diantaranya menjadi seorang konten kreator yang sudah berkembang saat ini,” ujarnya.

    ‎Ia sampaikan, unjuk karya kokurikuler ini kami bagikan dalam 3 kelompok, yakni Kelompok Sains, Kelompok Bahasa dan Kelompok Sosial.

    ‎”Jadi, para peserta didik ini sudah kami lakukan asesmen, agar projek yang mereka lakukan ini sesuai dengan minat dan bakat mereka masing-masing,” terangnya.

    ‎Robi berharap, gelar karya ini  bisa menjadi point penting bagi siswa untuk merefleksikan pengalaman belajarnya.

    ‎”Kegiatan projek kokurikuler ini akan rutin kami lakukan, tidak hanya belajar di dalam ruang kelas, tapi bisa juga melibatkan lingkungan luar (outdoor learning), agar pengalaman nyata bisa mereka pahami dan mereka rasakan,” imbuhnya. *

      Example 120x600

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *