BEKAWAN.CO.ID, LUBUK BESAR – Suasana khidmat menyelimuti Kampoeng Kamen, Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah pada Selasa (3/2/2026). Masyarakat setempat hari ini serentak menjalankan ibadah Puasa Nisfu Syaban, sebuah tradisi religi yang dibalut dengan kearifan lokal yang kental.
Tak hanya soal ibadah personal, hari ini menjadi momen gotong royong massal. Sementara kaum laki-laki bahu-membahu membersihkan Tempat Pemakaman Umum (TPU), kaum perempuan di dapur sibuk mengolah masakan khas daerah untuk menyambut perayaan “Hari Ruah” yang jatuh esok hari, Rabu (4/2).
Ibadah dan Tradisi yang Beriringan
Penghulu Desa Perlang, Guru Badoy, menjelaskan bahwa puasa hari ini terasa istimewa karena bertepatan dengan Ayyamul Bidh.
“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15,” ujar Guru Badoy mengutip hadis riwayat Tirmidzi.
0Ia juga mengingatkan wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Hurairah tentang pentingnya menjaga puasa tiga hari setiap bulan, salat Dhuha, dan salat Witir.
Selain aspek spiritual, tokoh agama setempat, Saihu, menekankan pentingnya tradisi bersih kubur dari sisi keamanan dan kenyamanan.
“Jika bersih, warga yang berziarah leluasa berjalan. Kita juga menghindari makam menjadi sarang binatang mematikan seperti ular,” ungkapnya.
Nganggung: Makan Bersama di Masjid
Puncak dari rangkaian ini adalah tradisi Nganggung. Setelah berbuka puasa malam ini dan berlanjut hingga besok siang, warga akan membawa dulang berisi makanan ke masjid-masjid terdekat untuk berdoa dan makan bersama.
Momen ini kemudian dilanjutkan dengan tradisi “open house” ala Desa Perlang, di mana setiap rumah terbuka menyambut tamu siapapun yang datang untuk bersilaturahmi.
Seruan Mudik: Pulang ke Perlang
Melihat besarnya nilai tradisi ini, Kepala Desa Perlang, Yani Basaroni, mengimbau para perantau asal Bangka Tengah untuk pulang ke kampung halaman.
“Mari bersama-sama jalani tradisi turun-temurun ini. Dari gotong royong, puasa, hingga ziarah kubur,” ajak Yani.
Ia juga mendorong warga untuk mengundang kerabat dari luar desa agar turut merasakan hangatnya Hari Raya Ruah.
“Momen ini bukan sekadar ibadah, tapi ajang mempererat silaturahmi yang mungkin sempat renggang karena kesibukan,” tutupnya. (Robie)
















