BEKAWAN.CO.ID, KOBA – Antrean kendaraan di SPBU Kelurahan Berok, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, kembali mengular pada Sabtu (11/7/2026). Puluhan sepeda motor dan mobil tampak memenuhi area SPBU hingga antrean memanjang ke badan jalan.
Kondisi tersebut diduga dipicu oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Situasi semakin diperparah dengan tidak beroperasinya SPBU Desa Nibung yang saat ini diketahui sedang menjalani sanksi pembinaan, sehingga masyarakat yang biasanya mengisi BBM di SPBU tersebut beralih ke SPBU Berok.
Akibatnya, volume kendaraan yang datang untuk mengisi BBM meningkat drastis dan menyebabkan antrean panjang sejak pagi hingga siang hari.
Salah seorang warga, Odi, mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain ikut mengantre demi mendapatkan Pertalite.
”Mau tidak mau kami harus ikut antre. Kalau beli di pengecer, harganya sudah sampai Rp15.000 per liter. Sangat memberatkan masyarakat,” ujar Odi.
Menurutnya, kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang setiap hari bergantung pada kendaraan untuk bekerja maupun menjalankan usaha.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah bersama Pertamina segera mengambil langkah konkret agar pasokan Pertalite kembali normal. Mereka juga berharap operasional SPBU Desa Nibung dapat kembali berjalan setelah proses pembinaan selesai, sehingga beban antrean di SPBU Berok dapat berkurang.


















