BEKAWAN.CO.ID, KOBA – Perkembangan teknologi dan pesatnya penggunaan media sosial di kalangan pelajar menjadi perhatian berbagai pihak. Anak-anak sekolah kini diimbau lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak terjerumus pada dampak negatif yang dapat merusak masa depan mereka.
Di era digital saat ini, media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, YouTube hingga media sosial lainnya telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para pelajar. Selain digunakan sebagai sarana hiburan, media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai media belajar, berbagi informasi, hingga mengembangkan kreativitas.
Namun di sisi lain, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dinilai dapat membawa dampak buruk, mulai dari kecanduan gadget, menurunnya prestasi belajar, penyebaran hoaks, perundungan siber (cyberbullying), hingga konten negatif yang tidak sesuai usia.
Sejumlah guru dan orang tua pun mengingatkan pentingnya pengawasan serta edukasi kepada anak-anak agar mampu menggunakan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab.
Seorang guru di Bangka Tengah, Robi Permana, mengatakan pelajar harus mampu membedakan mana konten yang bermanfaat dan mana yang dapat merusak moral maupun karakter.
“Media sosial sebenarnya sangat bagus jika digunakan untuk hal positif, seperti mencari ilmu, mengikuti informasi pendidikan, atau menunjukkan kreativitas. Tetapi anak-anak juga harus hati-hati agar tidak mudah terpengaruh konten negatif,” ujarnya, Rabu (10/06/2026).
Ia menambahkan, penggunaan media sosial secara berlebihan juga dapat mengganggu fokus belajar siswa. Karena itu, pelajar diminta mampu mengatur waktu antara belajar, bermain, dan menggunakan internet.
Hal senada disampaikan salah seorang orang tua siswa, Nuraini, yang berharap anak-anak tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial.
“Sekarang banyak berita palsu dan konten yang belum tentu benar. Anak-anak harus diajarkan untuk menyaring informasi sebelum membagikannya,” katanya.
Selain itu, pelajar juga diingatkan untuk menjaga etika dalam bermedia sosial, seperti tidak menghina orang lain, tidak menyebarkan ujaran kebencian, serta menjaga privasi diri sendiri maupun orang lain.
Pemerhati pendidikan menilai, literasi digital menjadi hal penting yang harus diajarkan sejak dini di lingkungan sekolah. Dengan pemahaman yang baik, anak-anak diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pendidikan dan pengembangan diri.
Melalui imbauan tersebut, para pelajar diharapkan dapat menjadi generasi muda yang cerdas, kreatif, dan bijak dalam menggunakan media sosial, sehingga teknologi dapat menjadi sarana yang membawa manfaat bagi masa depan mereka. *


















