BEKAWAN.CO.ID, PANGKALPINANG – Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) resmi memiliki Program Studi Magister (S2) Manajemen Pendidikan setelah memperoleh Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 781/B/O/2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Manajemen Pendidikan Program Magister pada Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, yang ditetapkan pada 22 Juli 2026.
Keputusan tersebut diumumkan kepada publik melalui konferensi pers yang digelar di Ruang Rapat Gedung Rektorat Unmuh Babel, Jumat (24/7/2026), sebagai tonggak baru pengembangan pendidikan tinggi di lingkungan Unmuh Babel.
Konferensi pers dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Dr. Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., didampingi Pejabat Sementara (Pjs.) Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan, Dr. Alpendi, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Dedi Putranto, M.Pd., Wakil Dekan FKIP Agci Hikmawati, M.Pd., serta Kepala Bagian Humas dan Protokol Sukma Wijaya, S.E.
Konferensi pers dihadiri sejumlah insan pers sebagai bagian dari penyampaian informasi resmi kepada publik mengenai hadirnya program studi magister pertama di lingkungan Unmuh Babel.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unmuh Babel mengungkapkan rasa syukur atas terbitnya izin pembukaan Program Studi Magister Manajemen Pendidikan yang telah diperjuangkan selama dua tahun terakhir.
“Alhamdulillah, ini merupakan capaian yang patut kita syukuri. Setelah dua tahun kami berjuang dan berikhtiar menjadikan pendirian program pascasarjana sebagai salah satu prioritas universitas, akhirnya Program Studi Magister Manajemen Pendidikan dapat terwujud. Program ini merupakan kebutuhan pendidikan yang sangat besar di Bangka Belitung, mengingat selama ini banyak masyarakat yang harus melanjutkan studi ke luar daerah,” ucapnya.
Rektor menegaskan bahwa pendirian Program Studi Magister Manajemen Pendidikan merupakan bagian dari komitmen Unmuh Babel dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.
“Program studi ini kami hadirkan bukan sekadar menambah jenjang pendidikan, tetapi untuk menjawab kebutuhan Bangka Belitung sebagai daerah kepulauan. Kami ingin melahirkan lulusan yang mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan pendidikan di wilayah kepulauan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah,” ujarnya.
Ia optimistis kehadiran Program ini akan menjadi salah satu ikhtiar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bangka Belitung. Karena itu, ia berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin.
“Kami mengajak seluruh pihak bersama-sama memajukan pendidikan di Bangka Belitung. Dukungan masyarakat dan rekan-rekan media sangat berarti bagi perkembangan Unmuh Babel ke depan,” katanya.
Sementara itu, Pjs. Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan, Dr. Alpendi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program studi yang baru dibuka tersebut memiliki kekhasan akademik yang dirancang sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Keunggulan utama yang kami angkat adalah manajemen pendidikan berbasis wilayah kepulauan. Ini menjadi ciri khas prodi kami karena disusun berdasarkan kondisi geografis dan kebutuhan nyata Bangka Belitung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Alpendi menegaskan bahwa kehadiran Program Studi S2 ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Bangka Belitung.
“Harapan kami, program ini menjadi salah satu pionir dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bangka Belitung. Pendidikan yang baik akan melahirkan SDM yang lebih unggul dan mampu bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.
Program Studi S2 ini didukung sistem perkuliahan yang fleksibel melalui skema hybrid learning, dosen profesional, kurikulum adaptif dan berkualitas, jaringan kerja sama nasional maupun internasional, serta fasilitas pembelajaran yang modern.
Untuk menyambut angkatan perdana, Unmuh Babel menghadirkan promo khusus berupa pembebasan biaya pendaftaran senilai Rp500.000 bagi 10 pendaftar pertama. Selain itu, biaya kuliah sebesar Rp7 juta per semester dapat dibayarkan dalam dua tahap, sedangkan biaya pengembangan institusi sebesar Rp5 juta dicicil masing-masing Rp2,5 juta pada semester pertama dan kedua. Pendaftaran mahasiswa baru dibuka mulai 27 Juli hingga 20 September 2026. (MJ/BKW)


















