Example floating
Example floating
    Bangka TengahHukum dan Kriminal

    Keluarga Pelaku Pemerkosa Keponakan di Bangka Tengah Berikan Klarifikasi  ‎

    ×

    Keluarga Pelaku Pemerkosa Keponakan di Bangka Tengah Berikan Klarifikasi  ‎

    Sebarkan artikel ini
    Example 468x60

    ‎BEKAWAN.CO.ID, KOBA – Pihak keluarga WS yang diduga melakukan kasus kekerasan seksual terhadap keponakannya yang berumur 15 tahun di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebutkan WS melarikan diri serta adanya dugaan intimidasi terhadap keluarga korban.

    ‎Keluarga Tersangka WS menegaskan informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

    Example 300x600

    ‎Menurut keterangan keluarga, WS tidak melarikan diri sebagaimana yang beredar. Mereka menyebutkan WS sempat tidak diketahui keberadaannya selama beberapa hari karena ingin menenangkan diri.

    ‎“Kami mau meluruskan bahwa abang kami bukan lari, melainkan memang tidak ada kabar selama beberapa hari. Kami juga tidak tahu di mana keberadaannya. Saat bertemu, beliau menyampaikan ingin menenangkan diri dan pada saat yang sama langsung menyerahkan diri ke kantor polisi, bukan dicari atau dijemput paksa,” ujar TS Keluarga korban, Rabu (21/01/2026).

    ‎Terkait kedatangan pihak keluarga ke lokasi, TS membantah adanya keterlibatan oknum berpangkat atau upaya pemaksaan. Ia menjelaskan bahwa kehadiran mereka semata-mata untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dengan difasilitasi perangkat desa.

    ‎“Kami datang tidak membawa oknum berpangkat. Kami meminta bantuan perangkat desa sebagai mediator untuk berbicara secara kekeluargaan. Tidak ada paksaan apa pun,” jelasnya.

    ‎Lebih lanjut, TS menegaskan pihak keluarga juga telah menyampaikan permohonan maaf dalam pertemuan tersebut. Ia membantah tudingan bahwa keluarganya tidak meminta maaf atau bersikap tidak sopan.

    ‎“Kami juga meminta maaf. Hal ini bisa ditanyakan langsung kepada tokoh masyarakat setempat yang ikut dalam pertemuan. Justru kami yang dibentak, namun sedikit pun kami tidak mengeluarkan kata-kata kasar,” katanya.

    ‎Menanggapi tuduhan intimidasi dari pihak keluarga korban, TS mempertanyakan bentuk intimidasi yang dimaksud. Ia menegaskan tidak ada komunikasi yang bersifat mengancam, baik secara verbal maupun nonverbal.

    ‎“Kami ingin tahu intimidasi apa yang dimaksud, karena kami tidak berkomunikasi apa pun dengan keluarga korban. Kalau pun ada, hanya berupa pesan pribadi untuk mengajak berbicara secara kekeluargaan,” tutup TS. (Cyber Group)

      Example 120x600

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *