Bupati Bateng Hadiri Rakor DPC Apdesi Bangka Tengah, Ini Pesannya

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Tengah – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman hadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) Kabupaten Bangka Tengah, yang bertempat di Aula Hutan Pelawan Desa Namang, Kecamatan Namang, Bangka Tengah, Jumat (20/1/2023).

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menyampaikan rakor yang dilaksanakan ini bertujuan untuk menyatukan visi misi untuk membangun Bangka Tengah yang lebih baik kedepannya.

“Pondasi pembangunan daerah itu dilakukan dari bawah, melalui teman-teman kepala desa dan BPD yang memiliki peran penting dalam pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Bangka Tengah,” ujarnya kepada Bekawan.co.id

Kita berharap, semuanya dapat bersinergi untuk menyelaraskan program-program kedepannya nanti.

“Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah akan terus mensupport, jika semuanya sudah terkoordinasi. Maka, hal-hal yang menjadi hambatan dapat diselesaikan secara bersama-sama,” jelasnya.

Algafry juga menyerahkan penghargaan dari kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi RI kategori desa mandiri yakni Desa Air Mesu Timur, Desa Namang, Desa Beluluk dan Desa Sungai Selan atas, Desa Lampur dan Desa Keretak.

“Semoga penghargaan tersebut menjadi semangat baru untuk lebih baik melalui program-program yang telah disiapkan, dan tentunya manjadi pendorong rodanya perekonomian di Bangka Tengah,” harapnya.

“Dan ditahun 2023 ini kita targetkan ada penambahan sebanyak 16 desa lagi sebagai desa mandiri,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Padlillah mengatakan maksud dan tujuannya rakor tersebut dilakukan adalah sebagai langkah untuk menyatukan Apdesi dengan Abpednas di Bangka Tengah. ”

Jangan sampai Apdesi dengan Abpednas ini ada yang saling berkompetisi, namun harus saling bermitra, saling bekerjasama untuk membangun desanya masing-masing,” ungkapnya.

“Perlu kita diketahui, Desa mandiri ini punya banyak keuntungan diantaranya dari segi pencairan dana diberikan kemudahan dibandingkan desa yang berstatus maju dan berkembang, kemudian bisa meningkatkan dana desa dan Alokasi Dana Desa (ADD), yang nantinya bisa menjadi acuan pemerintah untuk penambahan anggaran mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bangka Tengah, Haryono mengatakan rakor tersebut dilakukan untuk meningkatkan sinergitas bersama dalam pembangunan desa yang ada di Bangka Tengah.

“Sesuai dengan tema Rakor kali ini Makan Bubur Panas Besame, yang memiliki arti bahwa segala bentuk hambatan ataupun permasalahan harus diselesaikan secara bersama-sama dan saling berkolaborasi untuk lebih baik kedepannya,” jelasnya.

“Ini juga sebagai bentuk upaya kepala-kepala desa yang tergabung dalam Apdesi pasca tambah timah, yang mungkin akan berdampak kepada masyarakat. karena itu segala potensi yang ada harus dikembangkan dengan meningkatkan kolaborasi untuk saling bekerjasama,” tutupnya. (Robie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *