BEKAWAN.CO.ID, KOBA – Pelaku kekerasan seksual yang terungkap di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, yang didapati korban yang berusia 15 tahun itu hamil 5 bulan di duga dilakukan oleh pegawai bank swasta di Koba.
Hal ini diungkapkan oleh Bibi Korban, setekah keluarga curiga terhadap korban yang selalu sakit, dari situ keluarga membawa korban ke dokter.
”Kami tahu korban hamil setelah korban sakit, dan setelah dibawa kedokter didapati korban hamil 5 bulan oleh pelaku yang juga pemannya sendiri, dan pelaku merupakan pegawai Bank swasta di Koba,” ujar bibi korban, Rabu (21/01/2026).
Mengetahui hal tersebut bibi korban bersama keluarganya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bangka Tengah untuk penindakan hukum terhadap pelaku.
”Kami bersama keluarga langsung melaporkan tersangka W ke Polres Bangka tengah, dan kabar yang kami dapat pelaku sempat lari namun telah ditangkap beberapa hari yang lalu,” ungkapnya.
Tidak hanya kesal dengan pelaku W, keluarga korban juga turut dibuat kesal oleh keluarga pelaku, yang terus mendesak keluarga korban mencabut laporan tersebut.
”Keluarga tersangka beberapa kali datangi kami tanpa ada rasa bersalah dan minta maaf agar kami mencabut laporan kami, akibat hal tersebut kami merasa terintimidasi apa lagi ada keluarga korban yang merupakan oknum berpangkat secara kasar memaksa saya dan keluarga saya mencabut laporannya,” ujar bibi korban sambil menahan air mata.
”Saya selaku bibi korban meminta agar keluarga korban berhenti mengintimidasi saya dan keluarga saya, kami masih baik tidak mau mengungkapkan siapa saja yang mengintimidasi saya dan keluarga saya, jangan paksa kami turut melaporkan intimidasi tersebut kepada pihak berwajib,” tuturnya.
Keluarga korban sangat berharap pihak kepolisian yaitu Polres Bangka Tengah dapat memproses hukum secara profesional dan tanpa ada rekanan dari pihak keluarga korban dan yakin Polres Bangka Tengah akan Profesional menanganinya.
”Kami harap polisi dapat bekerja secara profesional, mengingat intimidasi yang kami terima dan siapa saja yang mengintimidasi kami cukup berpengaruh,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi kebagian kehumasan di group wa media dan Polres Bangka Tengah terkait progres kasus tersebut, admin hanya membalas “siap belum ada perintah dari atas bang”. (Cyber Group)
















