Mama Papa DLH Basel Terus Berjalan, Pegawai Dindik Punya Tabungan Rp500 Ribu

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Selatan – Inovasi atau program Mari Menabung dengan Sampah (Mama Papah) milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Bangka Belitung (Babel) hingga saat ini terus berjalan sejak diluncurkan sekitar bulan Maret tahun 2022 kemarin.

Kepala DLH Basel Hefi Nuranda berujar, baik instansi atau pegawai pemerintah terus menabung melalui Bank Sampah lewat inovasi tersebut. Bahkan seorang pegawai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat memiliki tabungan sampah sebesar Rp500 ribu lebih per 20 Januari 2023.

“Inovasi mama papah yang sudah kita luncurkan sekitar Maret 2022 lalu terus berjalan hingga saat ini. Memang saat ini fokus kita baru di pemda untuk bank sampah, jadi baru dari instansi dan pegawai pemerintah saja yang tabung sampah,” ujar Kepala DLH Basel Hefi ketika dikonfirmasi, Selasa (24/1) pagi.

“Kalau yang pegawai dinas pendidikan itu sudah di atas 500 ribu tabungannya dan ini menandakan per orangan dapat menabung, bukan instansi saja. Sistem bank sampah ini sama seperti bank pada umumnya, mereka yang nabung akan dibuat buku tabungan dan akan menerima kompensasi uang,” katanya.

Selain itu uang yang akan diterima oleh para nasabah sesuai berapa banyak dan berat sampah dan dibawa, lalu dicatat oleh petugas. Perbedaan dalam sistem bank sampah ini hanya satu dari bank pada umumnya. Kalau para nasabah menabung di bank gunakan uang, di DLH Basel memakai sampah.

“Macam-macam sampah yang diterima mulai dari botol, kardus, kertas dan lain sebagainya. Karena di kita sudah jalan, makanya sekarang kita rencanakan bangun bank sampah di wilayah kota, jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke pemda untuk menabung bank sampah,” ujar Kepala DLH Basel Hefi Nuranda.

Hefi menuturkan, bank sampah ini akan dibangun rencananya di daerah Pasar Terminal Toboali. Pasalnya kawasan ini cukup strategis dan pusat berkumpul masyarakat. Ketika masyarakat hendak ke pasar, bisa membawa sampah lalu ditabung ke bank sampah setiap hari secara rutin dan ada keberlanjutan.

“Kita juga sekarang sedang mendorong agar sekolah-sekolah di perkotaan ada bank sampah. Di SMA Yapentob sudah ada, kemarin dari SMA Muhammadiyah juga sudah kita sosialisasikan, mereka langsung datang ke kantor, harapan kita ke depan sekolah sudah bisa kelola sendiri sampahnya,” ungkapnya.(hanxiao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *