Merasa Dikasih Janji Palsu, Warga Tanam Pisang di JUT Ranggas

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Selatan – Sebuah pohon pisang nampak berdiri di kawasan Jalan Usaha Tani (JUT) Desa Ranggas, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada Selasa (17/1) pagi.

Setelah ditelusuri, pohon pisang berdiri di kawasan JUT tersebut merupakan bentuk aksi protes warga lantaran jalan menuju areal perkebunan dan pertanian tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah. Padahal, beberapa waktu lalu sempat dijanjikan pemda.

Hal ini disampaikan oleh warga RT 01 Desa Ranggas Zarnudi ketika dimintai konfirmasi oleh wartawan. Zarnudi membenarkan bahwa pemda berjanji akan meningkatkan jalan itu menjadi lebih baik serta dilakukan pengerasan menggunakan tanah puru.

“Kami tanam pisang ini sebagai bentuk protes kami terhadap pemerintah sebab sudah sekitar empat kali dinas survei dan berencana akan tingkatkan jalan ini dengan tanah puruh namun sampai saat ini belum ada realisasi,” ujar Zarnudi, Selasa (17/1) pagi.

Sebagai petani, kata Zarnudi dia tidak begitu paham terkait prosedural akan pembangunan jalan. Hanya memang, pihak dinas sudah beberapa kali tinjau lokasi bukan sekadar survei saja, tetapi sudah menghitung dan mengukur jarak jalan yang diajukan masyarakat.

“Janjinya jalan kami ini akan ditembok gunakan tanah kuning atau puru sekitar 1 kilometer dan menghabiskan dana sebesar 100 juta di ABT dan akan dilakukan penembokan pada bulan Desember 2022 yang lalu. Tapi belum ada kejelasan sampai saat ini,” ujarnya.

“Kami minta tolong pemerintah khusus untuk Bapak Bupati Basel membantu meningkatkan jalan ini, mengingat jika memang ada dana yang dianggarkan untuk penembokan jalan, kemana dana ini. Karena sekarang sudah Januari tapi belum juga ada tanda-tanda,” katanya.

Ia menambahkan tersiar kabar rencana peningkatan jalan dialihkan ke lokasi lain, namun survei yang dilaksanakan bukan di lokasi tersebut. Akan tetapi lokasi yang telah disepakati untuk kemudian ditingkatkan. Hal ini tentunya menjadi tanda tanya besar bagi warga.

“Kemana lagi kami harus mengadu janji awal 1 kilometer akan ditembok, berubah menjadi 500 meter, sekarang ditembok juga tidak. Kalau memang tidak ada dana jangan berikan janji ke kami, sebagai orang kecil kami pasti berharap dan butuh jalan itu,” ujarnya.(Hanxiao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *