Example floating
Example floating
    Bangka Tengah

    ‎Ribuan Pelari Tumpah Ruah di Koba Healing Run 2026, Olahraga dan Budaya Jadi Satu

    ×

    ‎Ribuan Pelari Tumpah Ruah di Koba Healing Run 2026, Olahraga dan Budaya Jadi Satu

    Sebarkan artikel ini
    Example 468x60

    ‎KOBA, BANGKA TENGAH — Kota Koba mendadak dipenuhi lautan pelari, Minggu (30/8/2026). Ribuan peserta tumpah ruah mengikuti Koba Healing Run 2026 yang digelar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bangka Tengah bersama Komunitas Pemuda Koba dan didukung Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.

    ‎Mengusung tema “Bugar Bangsaku, Lestari Budayaku”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga dan adu kecepatan. Koba Healing Run 2026 dikemas sebagai ruang untuk mengajak masyarakat hidup sehat sekaligus memperkenalkan budaya dan potensi daerah kepada peserta dari berbagai wilayah.

    Example 300x600

    ‎Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Kawasan pusat Kota Koba dipadati pelari yang datang dengan penuh semangat untuk mengikuti dua kategori yang disiapkan panitia, yakni 5K Fun Run dan 10K Open Run.

    Tampak Hadir juga Ketua DPRD Prov Bangka Belitung Bpk. Didit Srigusjaya, Forkompinda Bangka Tengah, serta stakeholder yang terlibat.

    Suasana semakin meriah dengan hadirnya hiburan dari DJ Ara dan penyanyi Cinta LIDA, yang membuat kawasan kegiatan dipenuhi semangat dan antusiasme masyarakat.

    ‎Menariknya juga, peserta yang ambil bagian tidak hanya berasal dari Kabupaten Bangka Tengah. Sejumlah pelari juga datang dari Kabupaten Bangka Selatan, Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka hingga Kabupaten Bangka Barat.

    ‎Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut membuat Koba Healing Run 2026 terasa seperti pertemuan besar para pencinta olahraga lari di Bangka Belitung.

    ‎Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Koba Healing Run 2026. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai positif karena tidak hanya mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkenalkan Kota Koba kepada masyarakat dari luar daerah.

    ‎Ia berharap kegiatan olahraga yang dikemas dengan unsur budaya tersebut dapat terus dikembangkan sehingga menjadi agenda yang mampu menarik lebih banyak peserta dari luar daerah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun pelaku UMKM.

    ‎Sementara itu, Ketua Pelaksana Koba Healing Run 2026, Yani Basaroni, mengaku terkejut dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut.

    ‎Menurut Yani, Koba Healing Run bukan semata-mata berbicara mengenai siapa yang tercepat mencapai garis finis. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kebersamaan, olahraga, hiburan sekaligus momentum memperkenalkan potensi Bangka Tengah.

    ‎“Meskipun berbayar, partisipasinya cukup tinggi. Kami sangat kaget, karena ini merupakan event pertama yang dilakukan dengan kepanitiaan PASI Bangka Tengah, Komunitas Pemuda Koba dan dibantu Pemda Bangka Tengah,” ujar Yani.

    ‎Yani menambahkan, konsep Koba Healing Run memang dirancang agar peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga menikmati suasana Kota Koba.

    ‎Semangat melestarikan budaya lokal juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Sebelum peserta memulai perlombaan, mereka diajak mengikuti Senam Bedincak, yang merupakan salah satu bentuk budaya khas Bangka Belitung.

    ‎“Kita lestarikan senam bedincak, karena penciptanya asli warga Bangka Belitung,” kata Yani.

    ‎Selain olahraga dan budaya, Koba Healing Run 2026 juga menjadi momentum untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta dari berbagai daerah berpotensi memberikan dampak terhadap sektor kuliner, UMKM, penginapan, transportasi hingga usaha masyarakat lainnya. (Robie)

    Example 120x600
  • panengg
  • https://beras11.club/