Riza Kecewa PT Timah Perkarakan Rakyat, Siap Setop Penyaluran CSR

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Selatan – Tentang adanya laporan yang dilayangkan PT Timah Tbk terhadap nelayan Batu Perahu, Kelurahan Tanjungketapang, Kecamatan Toboali ke Ditpolairud Polda Babel dampak pengusiran KIP 11 dan terjadi beberapa waktu lalu sangat disesalkan Bupati Basel Riza Herdavid.

Selain tidak adanya komunikasi yang jelas dari PT Timah Tbk baik kepada pimpinan daerah dan masyarakat pada kawasan lokasi beroperasinya KIP 11, Riza juga menyoroti beberapa hal pada audiensi yang digelar dengan puluhan masyarakat nelayan di GSG Pemkab Basel pada Jumat (20/1) kemarin

“Di sini saya kecewa dengan PT Timah yang memperkarakan nelayan kami, padahal nelayan tidak anti tambang di sini, cuma pola menambangnya saja yang harus jelas. Terlepas salah (aksi pengusiran KIP), kalian ini perusahaan besar dan masyarakat mau mencari makan, coba bicara dulu,” ungkap Riza.

“Jangan langsung mengambil tindakan seperti itu, akibatnya apa karena emosi sesaat PT Timah rakyat yang lain jadi ikut ngamuk. Ini yang jadi repot baiknya PT Timah berpikir lebih rasio, yang kita hadapi ini bukan dengan monsert atau orang besar, kita berhadapan dengan nelayan, lagi-lagi urusan perut,” ujarnya.

Meski demikan, ia tetap mengapresiasi penyaluran CSR yang kontinyu dari PT Timah Tbk. Akan tetapi, dengan gejolak dan konflik seperti ini ia siap menyetop dan tidak akan menerima lagi CSR dari perusahaan pelat merah itu dari pada rakyat menjadi korban dan berdampak buruk untuk akibat persoalan tersebut.

“Makanya saya diajak bicara kalau mau nambang, masyarakat diajak biacara, forkopimda juga, nelayan. Sosialisasi dulu intinya, komunikasi, bangun kerja sama, sinergikan. Ini saat saya tanya sosialisasi tidak, walaupun katakanlah PT Timah di sisi benar, kalau ganggu nelayan, ada percikan juga,” bebernya.

“Kalau saya tidak respons audiensi ini, bukan tidak mungkin makin hancur. PT Timah tidak minta cabut laporan, tapi selaku bupati saya akan coba bicara untuk meredam situasi. Karena yang dinilai masyarakat juga, kok yang ilegal tidak disetop, tidak dihukum. Kok malah kami yang dihukum yang coba mencegat operasi KIP di area yang sudah disepakati,” jelas Bupati Riza.(Hanxiao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *