Salam Ungkap Penyebab JUT di Ranggas Batal Ditingkatkan

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Selatan – Kades Ranggas, Kecamatan Airgegas, Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Salam meluruskan terkait adanya aksi protes warga yang menanam pohon pisang di kawasan Jalan Usaha Tani (JUT) yang ada di desanya baru-baru ini.

Ketika dikonfirmasi pada Selasa (17/1) pagi melalui sambungan telepon, dia mengungkapkan beberapa hal tekait jalan itu batal atau belum ditingkatkan menggunakan tanah puru. Pertama hanya segelintir orang menggunakan akses jalan itu. Kedua jalan itu berada di daerah resapan air dan lembab .

“Memang jalan itu sempat diusulkan di salah satu anggota dewan, kemudian saat disurvei oleh dinas, bahkan sudah empat kali, jalan itu tidak bisa dikasih tanah puru dengan anggaran hanya sekitar 100 juta. Karena akses masuk agak menanjak dan lembab karena di daerah resapan air,” ujar Kades Salam.

Oleh karena itu, lanjut kades kendaraan pengangkut tanah puruh tidak dapat menjangkau jalan itu dan alokasi dana yang telah disiapkan terancam kembali ke pemerintah. Namun oleh perangkat desa dan lapisan masyarakat, alternatif lain ialah meningkatkan jalan lingkar desa menggunakan tanah puru.

“Sayang kalau dana itu dikembalikan ke daerah, jadi usulan kami, masyarakat dialihkan ke peningkatan jalan lingkar desa. Jadi sudah dibangun tanah puru jalan lingkar ini sepanjang 700 meter dan banyak masyarakat yang dukung karena di lapangan kondisi jalan lingkar ini sudah banyak berlubang,” ujarnya.

Selaku kades dan mewakili masyarakat dirinya berharap pada tahun 2023 ini pemerintah kabupaten terkhusus untuk Bupati Riza Herdavid dapat kembali meningkatkan jalan lingkar desa agar bisa dilakukan pengaspalan. Sehingga dapat memudahkan masyarakat saat melintasi akses jalan tersebut.(Hanxiao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *