Sambut Ramadhan, Pelajar SD dan SMP di Pangkalpinang diliburkan selama Tiga Hari

0
Share

Bekawan.co.id, Pangkalpinang– Aktivitas kegiatan belajar mengajar atau KBM di seluruh sekolah di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung bakal diliburkan beberapa saat. Kebijakan itu diambil untuk menyambut bulan suci Ramadan 1444 Hijriyah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Erwandy berujar, para pelajar baik tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) maupun Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) akan diliburkan selama tiga hari awal Ramadan 2023. Libur sekolah dimulai tanggal 23-25 Maret 2023.

“Iya, siswa libur sekolah selama tiga hari memasuki bulan Ramadan,” kata Erwandy kepada Bekawan.co.id, Selasa (14/3/2023).

Erwandy mengungkapkan, kebijakan itu diambil lantaran sudah menjadi rutinitas kalender pendidikan. Terutama setiap memasuki Ramadan, aktivitas sekolah diliburkan sementara. Libur di awal Ramadan merupakan tahap adaptasi bagi para siswa sekolah.

Setelah libur selama tiga hari para siswa akan kembali ke sekolah pada Senin (27/3/2023) untuk mengikuti proses belajar mengajar seperti sebelumnya. Selama bulan Puasa Ramadan, para siswa diminta memperbanyak kegiatan keagamaan. Selain itu akan dilakukan pengoptimalan proses belajar mengajar.

“Tanggal 27 Maret 2023 kegiatan belajar mengajar kembali dilanjutkan, dan jam alokasi jam pelajaran dikurangi 10-15 menit,” ujarnya.

Lebih jauh sambung dia, kebijakan itu telah diumumkan melalui surat nomor 800/844/DIKBUD/III/2023 perihal Pemberitahuan Libur awal Puasa, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah.

Di samping itu, pelaksanaan proses belajar mengajar tetap sesuai mata pelajaran. Sekolah juga melaksanakan kegiatan pesantren kilat dan kegiatan keagamaan lainnya. Dilaksanakan sebelum atau sesudah proses belajar mengajar tatap muka.

Meski begitu, dia berharap siswa tidak menjadi lemas dan beralasan untuk bermalas-malasan karena puasa. Harus dipahami, belajar juga bentuk ibadah, jadi harus tetap dilakukan dengan semangat.

“Selama puasa kegiatan belajar mengajar juga diarahkan kepada program kegiatan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT seperti salat berjamaah, pesantren kilat, dan lainnya,” ucapnya.

Kendati demikian kata Erwandy, dengan meliburkan semua pelajar selama beberapa hari saat puasa ini diklaim tidak akan mengurangi jumlah minggu efektif dalam satu semester proses belajar mengajar. Libur awal Ramadan sudah masuk ke dalam kalender pendidikan tahun ajaran 2022/2023.

Begitu pula menjelang Hari Raya Idul Fitri, para siswa akan diliburkan selama delapan hari. Terhitung sejak tanggal 19 – 26 April 2023.

Pada 27 April 2023 kegiatan belajar mengajar kembali seperti semula. Tanpa adanya pengurangan alokasi jam mata pelajaran.

“Kami berpesan kepada seluruh siswa-siswi agar dapat memanfaatkan waktu libur dengan kegiatan positif saat libur bulan puasa nanti. Dengan memperbanyak aktivitas keagamaan dan kegiatan positif lainnya,” kata Erwandy.

Reporter : Putri Anggun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *