Selain Merombak Kepengurusan, FOBI Segera Cari Bibit Atlet Barongsai

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Selatan – Cabang Olahraga (Cabor) Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali dipimipin Wendy untuk periode 2023-2027, Jumat (24/2).

Legislator Basel itu kembali memimpin Cabor FOBI di KONI berdasarkan hasil Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang digelar pada Rabu (22/2) kemarin di Sekretariat KONI. Wendy meraih tiga suara berdasarkan hasil pemungutan suara (voting) dan berhasil kalahkan kandidat dari Tim Nam Chiang Ferri.

Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Ketua FOBI Basel terpilih periode 2023-2027 Wendy mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih untuk ketua dan anggota Barongsai Basel yang telah memberikannya kepercayaan. Untuk kembali memimpin salah satu cabor yang ada di KONI Basel tersebut.

“Tentunya saya sangat bersyukur atas hasil ini karena masih dipercayai para ketua tim barongsai dan menjadi ketua umum seperti periode sebelumnya dan dipilih kembali. Besar harapan saya di kepemimpinan ini barongsai di Basel terus berkembang, bisa meningkatkan prestasi dan nama daerah,” ujar Wendy.

Tidak hanya di tingkat kabupaten saja, namun juga prestasi ini dapat didulang di tingkat provinsi bahkan nasional ke depannya. Pasalnya, cabang olahraga seni dan budaya ini harus terus diberi perhatian dan pihaknya akan segera melakukan perombakan kepengurusan untuk memajukan barongsai di Basel.

“Saya punya rencana ingin merombak beberapa nama dalam kepengurusan yang lama dan memang sudah tidak aktif lagi dengan menggantikan orang baru. Tentu yang berniat membesarkan cabor ini. Di samping kita akan mencari bibit atlet baru yang agar bisa diikutkan dalam kejuaraan ke depan,” ungkapnya.

“Nanti atlet ini akan kita kembangkan agar bisa mengikuti kejuaraan porprov, kejurnas, pon serta kompetisi bergensi lainnya di luar daerah. Untuk itu, kami saat ini sedang mencari dan membuka ruang bagi yang berminat bergabung menjadi pemain barongsai untuk jadi atlet kebanggaan daerah,” tambahnya.

Disebutkan Politisi Demokrat tersebut, jangan beranggapan bahwa barongsai hanyalah tradisi dari umat Tionghoa saja. Akan tetapi barongsai sudah menjadi olahraga dan masuk cabor yang dimainkan berbagai kepercayaan agama mulai dari Islam, Buddha, Kristen dan umat Tionghoa sendiri.(hanxiao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *