4.390 Pelajar di Basel Siap Berpartisipasi dalam Pemilihan 2024

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Selatan – Ribuan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan berpartisipasi di dalam pesta demokrasi serentak Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024.

Kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Basel Benny Supratama mengungkapkan ada sekitar 4.390 total pemilih pemula di Basel yang akan memberikan suaranya dalam pesta demokrasi lima tahunan itu. Saat ini disdukcapil terus berupaya merekam KTP elektronik bagi mereka.

“Sesuai intruksi pusat, Dirjen Dukcapil Kemendagri RI kami disdukcapil kota dan kabupaten diintruksikan merekam KTP elektronik untuk pemilih pemula di sekolah-sekolah khususnya SMA guna mendukung pemilihan serentak 2024. Karena data di kita, total ada 4.390 pemilih pemula,” ujarnya, Rabu (25/1).

Saat ini disdukcapil terus berkoordinasi dengan sekolah-sekolah dan memberi data kepada pelajar yang berusia 17 tahun saat hari pencoblosan untuk segera melakukan perekaman KTP elektronik. Dengan mendatangi kantor kecamatan yang telah memiliki alat perekaman identitas kependudukan itu.

“Angka empat ribu lebih tadi terdiri dari masyarakat yang tentunya masih usia 16 tahun lebih, dan saat hari H berumur 17. Makanya dari sekarang kami sudah mendorong agar mereka merekam, tapi fisik KTP elektronik belum diberikan ke mereka dan akan diberikan saat usia mereka sudah 17 tahun,” ungkapnya.

“Ini bagian dari strategi kita sehingga di saat pemilihan akan berlangsung, tidak terjadi penumpukan perekaman atau kita cetak fisiknya. Kami juga kemarin sudah koordinasi dengan kemendagri, berkaitan dengan antisipasi blanko tidak cukup, sudah disampaikan kalau kejadian ini terjadi,” ungkap Benny.

Lebih lanjut, dalam artian apabila pada hari pencoblosan fisik KTP elektronik ini belum diterima, Disdukcapil Basel sedang menunggu hasil komunikasi antara Kemendagri dan KPU. Berkaitan legalitas data kependudukan dalam inovasi terbaru berupa aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

“Informasi dari kemendagri kemarin hal ini masih dikomunikasikan apakah digital lewat aplikasi IKD ini legal untuk digunakan pada saat hari pemilihan sebagai identitas resmi. Kemungkinan akan ada regulasi yang dikeluarkan agar melegalkan KTP digital, meskipun sudah ada permendagrinya,” bebernya.(hanxiao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *