Dua Desa di Lepar Sepakat Membagi Lahan Perbatasan

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Selatan – Persoalan tapal batas antara Desa Tanjunglabu dan Tanjungsangkar, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Bangka Belitung (Babel) kini menemui titik terang. Pasalnya, antara dua pemdes dan masyarakatnya telah bersepakat ihwal daerah perbatasan.

Seperti disampaikan Bupati Basel Riza Herdavid melalui Camat Lepar Ferry Edwar ketika dimintai konfirmasi pada Selasa (31/1) sore. Sebelum mencapai kata sepakat, kedua belah pihak kembali dipertemukan dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan di kantor Kecamatan Lepar pada Selasa siang.

Camat Lepar Ferry Edwar mengatakan, rapat pertemuan itu selain dihadiri oleh dua pemdes dengan masyarakatnya, juga sejumlah pihak berwenang. Mulai dari Dinas Pemdes, Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Basel, Polsek serta Koramil Lepar. Rapat ini hanya berjalan sebentar di kantor Kecamatan Lepar.

“Kita rapat hanya sebentar, mulai pukul setengah dua, dua jam setelahnya kita bersama-sama langsung ke lapangan di titik terjadinya persoalan tapal batas kemarin. Setelah bermusyawarah serta bernegosiasi, kedua belah pihak secara sepakat dan mufakat untuk membagi dua kawasan tersebut,” ungkap Ferry.

“Tadi juga dihadiri oleh dinas pertanian karena lokasi tapal batas ada di areal persawahan. Alhamdulillah dua opsi di rapat kemarin, diklaim masing-masing desa sudah disepakati untuk dibagi dua setelah opsi kedua belah pihak kita bawa lokasi bersama kawan-kawan dinas, polsek dan koramil,” tambahnya.

Camat meminta, hasil kesepakatan ini diharapkan untuk tidak dilanggar oleh kedua belah pihak. Karena hal ini telah tertuang dalam berita acara rapat dan ditandatangani dari masing-masing perwakilan dengan posisi kecamatan sebagai saksi. Nantinya kesepakatan ini akan dibawa ke tingkat kabupaten.

“Kami sebagai fasilitator dalam hal ini, nanti teman-teman bidang tata ruang, pemdes dan pertanian yang akan menindaklanjuti hasil kesepakatan ini. Nanti inpemdes berkoordinasi dengan tata ruang akan menentukan titik dan peta yang jelas dari masing-masing wilayah kedua desa ini,” sambung dia.

“Sampai saat ini memang belum ada titik koordinat tapal batas antar desa di dalam persoalan ini. Namun dengan persoalan ini kita masing-masing tapal batas wilayah sudah jelas koordinatnya sesuai hasil kesepakatan. Dan saya harap kesepakatan ini tidak dilanggar oleh kedua belah pihak,” pinta Ferry.(hanxiao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *