Kado Akhir Masa Jabatan, Molen Hadirkan Fasilitas Berobat Gratis

0
Share

Molen Hadirkan Fasilitas Berobat Gratis untuk Masyarakat Pangkalpinang sebagai Kado di Akhir Masa Jabatan

Bekawan.co.id, Pangkalpinang – Transformasi kesehatan kini menjadi fokus Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2023. Hal ini bertujuan agar Pangkalpinang tidak menjadi daerah dengan banyak penyakit.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengungkapkan, langkah ini diambil sesuai dengan arah pembangunan kesehatan saat ini fokus pada pencegahan masyarakat agar tidak sakit. Hal itu dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan di puskesmas dan posyandu, serta pelibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Kebijakan ini pula diambil untuk menjadi kado dirinya bagi masyarakat, sebelum Molen mangkat dari jabatan Wali Kota Pangkalpinang pada November 2023 mendatang.

“InsyaAllah sebelum tugas saya berakhir menjadi Wali Kota Pangkalpinang November 2023 mendatang, itu (Kebijakan bidang kesehatan) hadiah saya untuk masyarakat Pangkalpinang,” kata dia kepada Bekawan.co.id, Kamis (23/2/2023).

Maulan Aklil atau yang kerap disapa Molen membeberkan, pada 5 Maret 2023 pihaknya sendiri telah memberikan pelayanan berobat gratis bagi masyarakat di fasilitas kesehatan yang telah disediakan.

Terutama rumah sakit yang bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Tak hanya itu, beberapa puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah kota juga terus diperbaiki fasilitas pelayanannya.

Misalnya saja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah yang memperoleh akreditasi bintang lima atau paripurna untuk pertama kalinya pada tahun 2022 lalu.

Akreditasi penilaian Paripurna itu diperoleh dari Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS). Dirinya mengklaim, akreditasi paripurna itu sendiri saat ini baru dimiliki dua rumah sakit se-Bangka Belitung.

“Rumah sakit kita sudah bintang lima atau paripurna terbaik. Se-Bangka Belitung hanya ada dua rumah sakit mendapatkan predikat itu, pertama Rumah Sakit Siloam dan RSUD Depati Hamzah,” tutur Molen.

Lebih jauh sambung dia, diambilnya kebijakan dengan fokus pada bidang kesehatan sendiri dapat mengurangi beban ekonomi daripada pengobatan. Sehingga dapat menciptakan penduduk suatu daerah dengan kualitas kesehatan yang baik. Bahkan dalam hal kualitas hidup, pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan.

Dalam transformasi kesehatan, salah satu upaya yang paling dipercepat adalah transformasi pelayanan primer. Dimana pemerintah secara bertahap terus melengkapi fasilitas di puskesmas, serta merevitalisasi konsep pelayanan primer.

Maka dari itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk gencar memeriksakan kesehatannya sebelum jatuh sakit. Terlebih dengan adanya fasilitas yang diberikan pemerintah kota untuk warga Pangkalpinang bisa berobat gratis. Terutama dengan berobat ke RSUD Depati Hamzah.

“Tolong kalau ada penyakit, berobat ke RSUD Depati Hamzah, itu rumah sakit kita,” ungkapnya.

Meskipun begitu kata Molen, beberapa program lain juga akan menjadi fokus utama pada 2023, yaitu pendidikan dan infrastruktur. Pada tahun akhir kepemimpinan dirinya, pihaknya juga memastikan masyarakat Pangkalpinang dapat mendapatkan pelayanan maksimal. Terutama di bidang kesehatan yang kini terus diperbaiki agar cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) dapat terwujud.

Pemerintah kota kini telah menyediakan layanan Public Safety Center (PSC) 119. Ini sebagai respons dari perlunya layanan kedaruratan bagi masyarakat, serta bentuk akselerasi pelayanan publik yang mudah dan cepat. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang langsung menyentuh masyarakat.

“Kalau ada pelayanan kurang baik dan segala macam laporkan ke kami. Kalau ada masyarakat sakit tidak bisa berobat lapor ke kami, bisa telepon PSC. Bahkan akan kami jemput langsung dengan ambulans dan dokter langsung datang melihat kondisi pasien. Itu tugas saya sekarang,” ucap Molen.

Reporter : Putri Anggun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *