Mie Go Minta Pedagang Tak Naikan Harga Bahan Pokok Melebihi HET

0
Share

Bekawan.co.id, Pangkalpinang – Para pedagang di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung diminta untuk tidak menaikkan harga kebutuhan pokok melebihi harga eceran tertinggi atau HET yang telah ditetapkan pemerintah.

Pasalnya kenaikan harga kebutuhan pokok akan memberatkan ekonomi masyarakat dalam menjalani ibadah Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah.

Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go berujar, pihaknya sendiri melalui perangkat daerah terkait telah mengimbau para pedagang yang ada di sejumlah pasar agar jangan sampai menaikkan harga bahan pokok, dengan memanfaatkan momen Ramadan dan Lebaran.

Terutama di luar atau tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebab hal itu akan memberatkan masyarakat di tengah menjalankan ibadah puasa.

“Kepada seluruh pedagang maupun distributor, jangan sampai menaikan harga bahan pangan yang tidak sesuai dengan ketentuan. Karena ini bisa memberatkan masyarakat,” kata dia, Bekawan.co.id, Senin (27/3/2023).

Mie Go menyebut, lonjakan harga kebutuhan pokok akan memberatkan ekonomi masyarakat kurang mampu.

Terlebih dalam memenuhi kebutuhan beras, minyak goreng, gula pasir, sayur mayur, daging, dan kebutuhan lainnya.

Tak hanya itu, tindakan tersebut akan mengerek angka inflasi di Kota Pangkalpinang.

Menurutnya pemerintah selalu melihat tren kenaikan harga bahan pokok setiap Ramadan dan Lebaran Idul Fitri.

Maka dari itu pihaknya terus memantau perkembangan harga pasar agar tetap stabil. Ia ingin pada Ramadhan dan Lebaran tahun ini tidak ada kenaikan harga barang terutama bahan pokok.

“Nanti kita lakukan inspeksi mendadak (Sidak-Red) hingga operasi pasar. Ada perhatian khusus terkait lonjakan harga ini,” jelasnya.

Di sisi lain, beliau juga menegaskan agar jangan sampai terjadi aksi penimbunan bahan pokok oleh oknum manapun.

Karena apabila kedapatan melakukan hal itu, maka sudah ada sanksi tegas yang menanti. Jangan sampai daya beli menurun karena harga yang tinggi.

Tak hanya itu, selama bulan puasa, harga kebutuhan pokok biasanya naik seiring meningkatnya permintaan. Terlebih jika distribusi terhambat akibat gangguan gelombang tinggi maupun kendala lain, harga dengan cepat akan naik. Oleh karenanya hal ini perlu diantisipasi bersama.

“Kita juga melakukan operasi pasar, tidak hanya waktu menyambut puasa dan Idul Fitri saja. Kita melakukan pengendalian inflasi,” sebut Mie Go.

Meskipun begitu kata Mie Go, komoditas yang harganya naik namun masih dalam batas kewajaran. Saat ini pihaknya juga telah menggalakan beberapa program untuk pengendalian inflasi di Kota Pangkalpinang.

Satu di antaranya dengan menerjunkan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). Mereka mengajak masyarakat khususnya ibu rumah tangga untuk menanam beberapa kebutuhan pokok seperti cabai, bawang merah, bawang putih hingga sayur-sayuran.

Pasalnya beberapa komoditas itu merupakan komoditas pangan yang mempengaruhi inflasi serta sering dikonsumsi sehari-hari.

Bahkan TP PKK sudah melakukan program dengan beberapa perangkat daerah, serta menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) di beberapa kelurahan.

“Kemudian ibu-ibu PKK sudah turun ke lapangan dengan program KWT dan sebagainya. Inflasi kita saat ini masih stabil, inflasi kita baik. Pertumbuhan ekonomi kita juga bagus 6,21 dibandingkan nasional dan provinsi kita lebih tinggi,” kata Mie Go.

Reporter : Putri Anggun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *