Perkara Perlindungan Anak di Bateng Tinggi, Sekda Bateng Beri Tanggapan Khusus

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Tengah – Meski menjadi salah satu kabupaten Layak Anak di Indonesia dengan kategori NINDYA, perkara perlindungan anak nyatanya masih cukup tinggi.

Hal tersebut, mendapatkan tanggapan khusus dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Sugianto.

Diketahui sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Bateng, Syamsuardi mengungkapkan perkara perlindungan anak di Bateng masih cukup tinggi, bahkan dalam sebulan dari rata-rata 11 hingga 13 perkara, 2 sampai 3 perkara didominasi kasus perlindungan anak.

Bahkan, Kejaksaan Negeri Bateng terus mengupayakan penegakkan hukum dengan memberikan hukuman yang tinggi bagi para pelaku, meskipun tetap tidak memberi dampak jera yang signifikan bagi para pelakunya.

“Tentunya Pemkab Bateng sangat mengapreasi Kejaksaan Negeri Bateng yang selalu mengupayakan penegakkan hukum dan menjatuhi hukuman yang tinggi kepada para pelaku perkara perlindungan anak,” ungkap Sekretaris Daerah Bateng, Sugianto, Senin (30/1/2023).

Ia mengatakan, ke depan pihaknya juga sudah menyusun langkah-langkah pencegahan terkait perkara perlindungan anak di Bangka Tengah.

“Perlindungan anak ini menjadi Tupoksi Pemkab Bateng, di mana peran keluaraga sangat penting, apalagi para pelaku ini tidak jauh dari orang terdekat, seperti keluarga korban,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan beberapa upaya yang dilakukan untuk perlindungan anak juga telah dijalankan Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman.

“Jadi pada setiap safari Jumat, beliau selalu menekankan pentingnya peran orangtua, dalam hal ini Ibu dan Bapak untuk melindungi anak dalam keluarga,” ucapnya.

“Bahkan, di dalam tatanan aparat desa dan kelurahan kami terus menekankan pentingnya perlindungan anak dan perempuan ini, agar kita preventif untuk mencegah kasus perlindungan anak kembali terjadi,” sambungnya.

Sugianto menegaskan, kasus perlindungan anak ini menjadi prioritas bagi pihaknya, apalagi Bangka Tengah sebagai Kabupaten Layak Anak.

“Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita, namun kasus ini memang terkait dengan perilaku individu, sehinga perilaku individu yang melenceng harus dicegah, sehingga perlindungan anak akan tetap menjadi fokus kita di tahun 2023,” tutupnya. (Robie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *