BEKAWAN.CO.ID, KOBA – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan sekolah, Palang Merah Indonesia Kabupaten Bangka Tengah bersama Palang Merah Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Negeri 3 Koba, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para siswa, guru, serta tenaga pendidik yang terdiri dari 4 sekolah di kecamatan Koba, yakni SMP Taruna Sains Muhammadiyah Koba, MTS Al-Muhajirin Koba, SMPN 1 Koba dan SMPN 3 Koba, dengan tujuan memberikan pemahaman dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat maupun potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan itu, peserta diberikan materi mengenai mitigasi bencana, langkah evakuasi mandiri, pertolongan pertama, hingga simulasi penanganan saat terjadi kondisi darurat. Suasana kegiatan berlangsung antusias, di mana para siswa tampak aktif mengikuti setiap sesi edukasi yang diberikan oleh tim PMI.
Ketua Palang Merah Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah yang juga mantan Wakil Gubernur Babel 2017-2022 ini menyampaikan bahwa program Satuan Pendidikan Aman Bencana merupakan langkah penting dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini di lingkungan sekolah.
“Sekolah merupakan tempat berkumpulnya banyak generasi muda, sehingga penting untuk memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada siswa dan guru agar mampu bertindak cepat, tepat, dan terorganisir ketika menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa PMI terus berkomitmen mendukung dunia pendidikan melalui berbagai program kemanusiaan dan edukasi kebencanaan guna menciptakan sekolah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi risiko bencana.
Sementara itu, Asisten I Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Anas Ma’ruf menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah sangat penting untuk meningkatkan kesadaran serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan bekal pengetahuan kepada para pelajar sejak dini. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah tentu mendukung penuh program edukasi kebencanaan agar tercipta lingkungan sekolah yang aman dan responsif terhadap kondisi darurat,” katanya.
Melalui kegiatan SPAB ini, diharapkan para siswa dan tenaga pendidik di Bangka Tengah semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana serta mampu menerapkan langkah-langkah penyelamatan diri secara tepat apabila terjadi situasi darurat. (Robie)


















