Produksi Udang Vaname Capai Ribuan Ton, Algafry : Vaname Punya Potensi Besar

0
Share

Bekawan.co.id, Koba – Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah menggelar diskusi dan pembahasan pencegahan dan penanggulangan penyebaran penyakit udang vaname di Ruang Rapat VIP Kantor Bupati Bangka Tengah pada Kamis (30/3/2023).

Bupati Bateng, Algafry Rahman mengatakan budidaya udang vaname memiliki potensi yang besar, jika dibandingkan dengan budidaya ikan air tawar.

“Keberhasilan budidaya bidang perikanan di Bangka Tengah yang paling banyak sebenarnya udang vaname, karena mereka punya blok yang luar biasa, jika dibandingkan dengan budidaya ikan air tawar yang kita punya,” ujar Algafry kepada Bekawan.co.id, Jumat (31/3/2023).

Ia katakan, pertemuan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pada udang vaname.

“Jangan sampai produksi yang sudah berjalan bagus, menjadi terhambat oleh hal-hal yang tidak diinginkan hanya karena kelalaian dan lainnya, sehingga kita berupaya mengelola tambak ini dengan baik, terutama lingkungan dan perairan lautnya,” jelasnya.

“Jadi perlu kita sikapi bersama sama bersama para pengusaha, pihak provinsi dan balai karantina, supaya ada feedback antara pemerintah dan pengelola,” sambungnya.

Lebih lanjut, PAD untuk budidaya udang vaname ini memang masih minim untuk saat ini.

“Masalah PAD memang masih kecil dan sempat ada Perda yang kita keluarkan di tahun 2022, namun tidak optimal, karena produksinya belum maksimal jadi minim, dan 2023 ini Perda tersebut berakhir, karena 2024 semua kembali ke pusat,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perikanan, Imam Soehadi mengatakan di tahun 2023 ini ada 8 perusahaan tambak udang vaname yang aktif produksi di Bangka Tengah.

“Tahun 2023 ini jumlah perusahaaan tambak udang yang aktif berproduksi sebanyak 8 perusahaan dari total 20 perusahaan, baik yang sudah memiliki izin maupun yang baru pengajuan perizinan,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, produksi udang vaname Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2022 sebesar 1.642,80 ton dari 8 perusahaan yang aktif.

“Capaian produksi tersebut memberikan kontribusi 60% dari total realisasi produksi perikanan budidaya Se-Bangka Tengah dengan luas lahan tambak udang vaname 333,48 hektar,” terangnya.

“Tentunya kami berharap dengan produksi ini juga dapat menjaga mutu lingkungan dan juga keberlanjutan untuk usaha perikanan,” pungkasnya. (Robie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *