Program Terasi & Setia di SMPN 5 Toboali Kembali Dilaksanakan

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Selatan – Puluhan guru dan pelajar di SMPN 5 Toboali, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terlibat aktif dalam melaksanakan kembali program mendaur ulang sampah menjadi barang bermanfaat pada Kamis (6/4).

Program daur ulang sampah itu diberi nama Terpesona (Terampil Pengelolaan Sampah Organik dan Non Organik Tepat Guna) dan Setia (Sampah Itu Mutiara). Seperti disampaikan Kepala SMPN 5 Toboali Yulianto saat dimintai konfirmasi oleh wartawan pada Senin (10/4) pagi.

“Kemarin itu kita ada kembali jalankan program terpesona dan setia di mana melibatkan seluruh warga sekolah baik guru atau murid. Kemudian kita mendaur ulang sampah yang sudah kita kumpulkan dari sekitaran sekolah menjadi barang yang bermanfaat dan berharga,” ungkap Yulianto.

Yulianto mengungkapkan program dan telah didukung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Basel pimpinan Hefi Nuranda tersebut memiliki pelbagai tujuan. Salah satunya mengajak warga sekolah lebih mencintai dan peduli dengan lingkungan dan menjadi asri.

“Biasanya yang kita daur ulang itu botol bekas minuman dan plastik-plastik bekas makanan. Kalau untuk botol minuman yang 1,5 liter itu kita olah jadi kursi sofa, caranya kita isi penuh dulu dengan sampah, kalau sudah terkumpul baru kita bentuk kursi sofa sederhana,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Guru Penggerak SMPN 5 Toboali Yessi Misniar. Kata wanita yang akrab disapa Mam Yassi ini, sofa sederhana yang berasal dari botol minuman 1.500 Ml tersebut cukup kuat dan mampu menahan beban hingga 80 Kg. Padahal ini berasal dari sampah.

“Dan juga satu lagi botol berukuran 1,5 liter ini biasanya diolah menjadi pupuk organik atau kompos yang diberi nama pupuk EM4. Caranya kita isi dengan air bekas cucian beras, dipermentasikan beberapa hari terlebih dahulu sebelum menjadi benar-benar pupuk organik yang di inginkan,” sebut Mam Yassi.

“Tak lupa dicampuri bahan induk EM4 tiga sendok dan gula pasir tiga sendok. Baru nanti dapat digunakan untuk penyubur tanah. Harapan saya dengan program ini, siswa dan siswi kita dapat tergerak untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengolah sampah jadi barang bermanfaat dan bernilai,” sebut dia.(hanxiao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *