Proyek Bongkar Aspal di Desa Nangka Dikeluhkan, Sudah Dua Orang yang Jadi Korban

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Selatan – Sudah ada dua orang yang menjadi korban di jalan raya Desa Nangka, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diduga akibat adanya kegiatan pembongkaran jalan aspal yang ada di daerah itu baru-baru ini.

Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) lah penyebab dua masyarakat tadi menjadi korban akibat pekerjaan tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Kades Nangka Bayumi AR saat dimintai konfirmasi oleh sejumlah awak media pada Jumat (10/2) pagi melalui sambungan telepon genggamnya.

Saat ini, sebut Bayumi pekerjaan aspal yang dibongkar tapi lamban diperbaiki seperti semula dikeluhkan masyarakat. Meski sudah dipasang rambu-rambu peringatan, pembongkaran aspal yang berada di beberapa titik seperti di tengah dan ada juga di arah ujung desa dinilai cukup membahayakan warga.

“Masyarakat mengeluh akibat jalan aspal yang dibongkar tapi tak kunjung ditambal seperti semula lagi dan ini tentu sangat membahayakan bagu pengguna jalan walaupun sudah dipasang rambu-rambu pekerjaan,” ungkap Kades Nangka Bayumi AR ditanya ihwal kondisi jalan di desanya.

“Sudah dua orang yang menjadi korban karena mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang dibongkar tersebut. Kami tentunya mendukung dengan adanya pembangunan di desa kami, akan tetapi harus diperhatikan juga keselamatan pengguna jalan khususnya warga kami,” terangnya.

Bayumi menjelaskan jika kondisi jalan tersebut sudah hampir satu pekan ini dilakukan pembongkaran. Akan tetapi di lapangan tidak ada kelanjutan serta tidak ada lagi aktivitas orang bekerja di proyek tersebut. Dia berharap, kepada kontraktor pelaksana kegiatan untuk segera memperbaiki jalan tersebut.

“Sudah hampir seminggu kondisi jalan seperti itu, kami berharap pada pekerja proyek agar secepatnya dikerjakan. Karena ini jalannya sangat ramai sekali takutnya membahayakan pengguna jalan. Setahu saya ini kegiatan provinsi bukan kabupaten. Semoga keluhan kami ini di dengar provinsi,” harapnya.

Saat ini, awak media sudah mencoba untuk menghubungi pihak-pihak terkait untuk mengetahui kegiatan proyek jalan tersebut dan kapan tindak lanjut dari aktivitas pembongkaran permukaan aspal di jalan Desa Nangka tersebut.(hanxiao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *