Ratusan Pengunjung Padati Peresmian Pusat Jajanan Kuliner dan Cafetaria Kota Koba

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Tengah – Pusat Jajanan Kuliner dan Cafetaria Alun-alun Kota Koba resmi dibuka langsung oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman di Depan Tugu Ikan Koba, Bangka Tengah pada Senin malam (20/3/2023).

Tampak ratusan pengunjung memadati untuk memeriahkan dalam peresmian tersebut, yang dihadirkan dengan berbagai hiburan, Doorprize serta UMKM dengan berbagai ragam Kuliner Bangka.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menyampaikan rasa syukurnya atas hadirnya Pusat Jajanan Kuliner ini di tengah-tengah masyarakat Kota Koba.

“Ini merupakan salah satu keberhasilan kita bersama, dengan kerjasama Pemkab Bateng dengan Bank SumselBabel serta Cafetaria yang bekerjasama dengan PT. MSK,” ujarnya kepada Bekawan.co.id, Selasa (21/3/2023).

Algafry katakan, walaupun masih ada kekurangan di pujasera ini, pihaknya akan terus membenahi fasilitas-fasilitas yang ada.

“dan Alhamdulillah Wifi juga sudah ada, jadi siapa saja boleh menggunakannya tanpa ada pasword, silahkan,” ucap Bang Ayi sapaan akrabnya.

Ia berharap, segala fasilitas yang ada baik itu di Cafetaria dan Pujasera ini bisa dijaga dengan sebaik mungkin.

“Ini merupakan harta/aset kita bersama, jadi mari kita bersama-sama menjaga pujasera ini agar terus terjaga dan nyaman bagi masyarakat yang datang disini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop UMKM Bangka Tengah Ali Imron menyampaikan rasa terimakasihnya kepada semua pihak terlibat hadirnya pujasera ini.

“Pujasera ini merupakan salah satu sumbangan CSR dari Bank Sumsel Babel kepada Pemkab Bateng. Untuk itu, kami sangat berterimakasih atas supportnya serta yang lainnya atas terselenggaranya kegiatan kali ini,” ujarnya.

Ia katakan, ada sebanyak 24 stand UMKM sudah berjual di pujasera saat ini.

“Sebenarnya, yang mendaftarkan untuk berjual di stand pujasera ini lebih dari 60 pelaku usaha, namun karena kapasitasnya terbatas belum bisa kita penuhi,” ungkapnya.

Ali menyebutkan, akan berupaya untuk melakukan penataan yang lebih baik untuk pelaku UMKM di Bangka Tengah.

“Karena, UMKM ini merupakan penopang ekonominya masyarakat dan bisa menyerap tenaga kerja lokal di Bangka Tengah,” terangnya.

“Dengan segala keterbatasan, kami akan terus bergerak agar UMKM di Bateng ini naik kelas yang tinggi,” imbuhnya. (Robie)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *