Rencana Lelang Terbuka Pengerukan Muara Jelitik, Warga Ini Mendukung Penuh

0
Share

Sungailiat, Bekawan – Pengerukan alur muara Jelitik, Sungailiat, Kabupaten Bangka tampaknya terus menjadi sorotan berbagai kalangan masyarakat. Silang pendapat mengenai pengerukan alur yang menjadi pintu keluar masuk nelayan Jelitik ke laut terlihat hilir mudik terekspos ke media.

Dan kali ini giliran Hasanudin, salah satu warga setempat pengguna alur muara Jelitik, mengutarakan pendapatnya.

“Saya pengguna alur muara Jelitik sangat setuju dengan kebijakan orang nomor satu di Pemrov Babel ini (Pj Gubernur, red.) Dengan lelang terbuka perusahaan yang akan melakukan pengerukan alur muara, mudah-mudahan ada perusahaan baru yang akan menggarap dan akan lebih efektif hasilnya untuk muara,” ujarnya kepada awak media, di Sungailiat, Senin (07/08/2023).

Mengenai pendapat yang mengatakan lelang terbuka untuk pengerukan alur adalah langkah mundur, warga Parit Pekir ini justru berpendapat sebaliknya. Menurutnya, atas dasar apa rencana Pj Gubernur tersebut dikatakan langkah mundur.

“Statemen teman-teman selalu menyatakan kasih saja ke yang lalu, kasih ke perusahaan yang dulu, apa kita harus percaya dan memberi beban ini ke mereka,” tanyanya.

“Apalagi pengalaman 11 tahun lebih dan kita sudah tahu sama tahu, kita semua saksi hidup hari ini. Jadi saya rasa alangkah naifnya kalo kita memberikan kembali pekerjaan pengerukan alur muara ke perusahaan sebelumnya,” bebernya.

Untuk itu, pria yang kerap dipanggil Acan ini sangat mendukung penuh rencana mekanisme lelang terbuka untuk mencari perusahaan terbaik yang akan mengeruk alur muara tersebut.

“PJ Gubernur Babel saat ini silakan melakukan lelang terbuka, saya sangat mendukung penuh hal tersebut. Mudah-mudahan perusahaan yang tampil sebagai pemenang lebih baik terkait cara kerjanya, teknis lapangannya lebih menguasai dan hasilnya mudah-mudahan lebih baik,” harapnya.

Terkait kontrol dan pengawasan atas kinerja perusahaan yang mengeruk muara, dikatakannya, semua pihak pasti bisa melakukan itu baik instansi pemerintah maupun elemen masyarakat.

“Untuk pengawasan sudah pasti ada kontrol dari pemerintah propinsi maupun kabupaten. Mereka punya dinas lingkungan hidup dan sebagainya. Kalo dari kita tentunya ada juga seperti HNSI maupun LSM yang bernafaskan nelayan,” tandasnya.

Dan yang terpenting, lanjutnya, semua elemen masyarakat harus bersatu dalam melakukan pengawasan agar pengerukan alur muara yang selama ini diidam-idamkan mampu membuat alur muara menjadi lebih dalam dapat terwujud.

“Saya rasa penting mereka bisa bersatu untuk mengawasi ini tapi diluar berpihak kepada perusahaan. HNSI dan LSM yang bernafaskan nelayan ini harus netral. Tidak ada ‘konflik of interested ‘. Dalam pengawasan kalo tidak netral atau berpihak, dalam keberpihakan inilah yang akan menimbulkan gejolak dan akan menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan dan memperlambat proses normalisasi ini” ungkap Acan.

“Jadi dimana letak dikatakan proses lelang ini dikatakan lagi langkah mundur?langkah mundur jika kita kembali ke perusahaan lama, nah itu kita akan jatuh kelubang yang sama. Sebodoh-bodohnya keledai saja nggak akan mau terperosok ke lubang yang sama, apalagi nelayan Kabupaten Bangka yang terbesar jumlahnya di Babel ini, masak dibiarkan masuk kelubang yang sama,” sindir Acan.

Ia menilai, Pj Gubernur Babel adalah orang yang cerdas serta jeli melihat persoalan terkait alur muara ini sehingga mengambil rencana untuk melakukan lelang terbuka dalam proses pengerukan alur muara.

“Dan saya harap pak Pj Gubernur Babel juga harus menyeleksi perusahan yang ikut lelang dengan ketat. Perusahaan yang bermasalah saya rasa tidak bisa ikut proses lelang lagi karena sudah  punya catatan hitam. Dan saya mengharapkan perusahaan yang menang dalam proses  lelang nanti benar benar professional, memiliki kualifikasi  tentang  pengerukan alur muara melalui proses  yang transparan dan tertib administrasi,” harapnya. (Lew)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *