Sekolah Alam Pangkalpinang (SAPKA) Terapkan Pendidikan Inklusi, Satukan Anak Berkebutuhan Khusus dan Normal

0
Share

Bekawan.co.id, Pangkalpinang – Sejak beroperasional tahun 2021, Sekolah Alam Pangkalpinang ( SAPKA) semakin maju dan berkembang, baik dari sisi jumlah siswa, guru maupun fasilitas pendidikan.

Sekolah Alam Pangkalpinang menghadirkan pendidikan yang ramah lingkungan dan menghargai potensi individu yang dimiliki setiap peserta didik. Maka tak heran jika sistem sekolah alam berkembang pesat dan kian diminati masyarakat.

Pendidikan tidak melulu tentang pencapaian akademik, tanpa memahami potensi anak. Siswa dibebaskan untuk menuangkan ide sesuai dengan potensinya, mereka diproyeksikan membuat project dan hasilnya didiskusikan bersama.

SAPKA masuk pukul 07.30, sebelum memulai pelajaran siswa diwajibkan melaksanakan dhuha berjamaah, dilanjutkan dengan mengaji dan menghafal AlQuran (Tahfidz).

Sebelum memulai aktivitas belajar, melaksanakan salat dhuha berjamaah

Sekolah yang dikelola Yayasan Rumpun Kembang Ilalang ini menghadirkan berbagai fasilitas pendidikan, di antaranya yang paling diminati yaitu outbond.

Selain bisa dinikmati para siswa yang terdiri dari PAUD, TK, SD dan SMP, fasilitas outbond juga bisa dinikmati untuk umum. Sejumlah sekolah di Pangkalpinang sudah mencoba keseruan outbond di SAPKA.

Sekolah ini memiliki luas lahan sekitar 16.000 meterpersegi. Sehingga siswa bisa leluasa mengeksplor skill yang mereka miliki.

Layaknya sekolah alam, SAPKA memiliki pondok belajar berupa panggung dari kayu yang sangat nyaman.

Sesuai dengan tujuan pendirian sekolah alam yakni salah satunya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitarnya lewat eksplorasi langsung.

Tersedia pula kolam alami berbentuk love, dulunya kolam ini adalah sebuah sungai alam yang kini disulap menjadi kolam yang lebih bagus sehingga anak-anak bisa berenang dengan nyaman.

Di sini anak-anak juga bisa mencoba sensasi naik perahu sekaligus mengayuhnya sendiri.

Arifin berharap wahana outbond yang dimiliki SAPKA bisa menstimulus siswa untuk berpikir, bisa berekspresi dan bereksperimen sebebas-bebasnya.

“Melalui wahana ini kita berharap anak-anak bisa mengungkapkan keinginan dan perasaannya. Wahana ini kita jadikan media pembelajaran untuk anak-anak SAPKA,” ujarnya.

Arifin menambahkan, untuk membuka wahana outbond ini pihaknya telah melewati pelatihan dari Sekolah Alam Indonesia yakni Pres Dir SAI, Tri Puji Hindarsih aka Chache, Vice President Education SAI, Ludfiono dan Staff Education Team, Azis Ismail. Mereka profesional di bidangnya dan telah memiliki sertifikat khusus dalam pelatihan outbond.

Wahana outbond ini juga bisa dimanfaatkan untuk disewakan kepada khalayak luar yang ingin menggelar kegiatan outing di alam terbuka.

“Sudah banyak sekolah yang menggelar outing di sini, kami membuka kesempatan silahkan bagi yang berminat,” ujarnya.

Arifin menambahkan, SAPKA juga menerapkan pendidikan inklusi yaitu menyatukan anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan anak normal.

Sekolah ini menyiapkan shadow teacher atau guru bayangan yang mendampingi anak disabilitas atau anak berkebutuhan khusus dalam pembelajaran di sekolah.

“Di sini interaksi antara anak berkebutuhan khusus dan anak normal sangat baik. Anak yang normal biasa bermain dengan anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka merasa nyaman berada di lingkungan sekolah. Semua anak belajar bersama-sama tanpa memandang perbedaan, kami juga salut dengan kerja sama dan support luar biasa dari orangtua murid,” ujar Kepala Sekolah Alam Pangkalpinang, Arifin Saddoen.

Reporter : Putri Anggun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *