Example floating
Example floating
Bangka Selatan

Semrawut Parkir Kendaraan di Simpang 5, Wawan : Baiknya Ada Kantong Parkir

×

Semrawut Parkir Kendaraan di Simpang 5, Wawan : Baiknya Ada Kantong Parkir

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bekawan.co.id, Bangka Selatan – Kawasan Simpang 5 Toboali yang sudah cantik pada saat ini menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) khususnya mereka berdomisili di kawasan perkotaan, Rabu (18/1).

Hanya saja, karena tingginya antusias masyarakat yang mengunjungi kawasan Simpang 5 Toboali justru malah membuat kondisi kecantikannya berkurang. Pasalnya, kendaraan warga baik roda dua dan roda empat yang berkunjung ke kawasan itu tidak tertib dan terkesan parkir sembarangan.

Example 300x600

Wawan Febarian, salah seorang warga Toboali menyayangkan kondisi ini. Selain merusak pemandangan, kondisi ini tentu dapat mengancam kerusakan pada bangunan trotoar baik di sisi kiri dan kanan jalan. Begitu pula bangunan lanskap pedestrian yang berjejer di atasnya apabila tidak segera ditangani.

“Kawasan Simpang 5 sudah cukup baik dan semakin cantik sejak dibenahi oleh pemerintah. Namun yang saya soroti dan sayangkan, keindahan kawasan ini sedikit berkurang karena adanya motor atau mobil masyarakat yang parkir di sepanjang jalan ini, semrawut dan tak elok dipandang,” ungkap Wawan.

“Kalau dibiarkan begini bukan hanya ini bisa mengancam kerusakan pedestrian dan trotoar saja, tetapi juga membuat arus lalu lintas di kawasan itu macet. Sebab di sana ada lima arah, dan arah putar balik. Hari-hari biasa pun ramai di sana, apalagi akhir pekan, atau saat di momentum bulan puasa,” tambahnya.

Oleh karena itu, Wawan harap Pemkab Basel dapat segera mengatasi tentang kondisi tersebut sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bersama tidak terjadi. Penataan wajah kota memang akan berkelanjutan, hanya memang hal-hal kecil seperti ini bisa segera ditanggapi agar tidak berlarut-larut ke depannya.

“Kalau saran saya sebagai masyarakat, lebih baik dipungut retribusi untuk kendaraan roda dua dan roda empat di sana. Coba cari tempat kosong untuk kantong parkir entah ini memanfaatkan lahan di depan KUPT, Mes Pongok, seputaran belakang TK Dharma Wanita atau juga bisa di SMP YPK,” bebernya.

Bagi pemerintah, hal ini bisa saja untuk dilakukan sebagai solusi untuk kondisi di Simpang 5 Toboali. Tinggal menjalin koordinasi dan komunikasi dengan pemangku kebijakan pada lokasi yang telah dia sebutkan tadi. Dengan begitu, pemerintah mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kebijakan ini.

“Selain mendapatkan PAD tentu daerah sana akan lebih indah dan cantik kalau tidak ada lagi kendaraan yang parkir di sepanjang jalan. Arus lalu lintas lancar juga, sebentar di bidang perhubungan kalau mau merekayasa jalan, kawasan untuk solusi atas persoalan ini yang bisa dilalui motor atau mobil,” ujarnya.

“Saya harap ke depanya nanti kawasan Simpang 5 menjadi mini nya Kota Tua yang ada di Toboali, dari mulai Gedung TIC, Polsek, Food Plaza dan pantai Laut Nek Aji. Semoga ini menjadi masukan dan terealisasi di era Riza dan Debby untuk menata wajah kota yang masuk skala prioritas daerah,” harap Wawan.(Hanxiao)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *