Tanjuk Likur, Semarak Suku Mengkanau Masyarakat Desa Namang

0
Share

Bekawan.co.id, Namang – Tampak begitu banyak cahaya lampu yang menerangi sepanjang ruas jalan di Desa Namang, Kecamatan Namang, Bangka Tengah.

Cahaya kemerahan dari api lampu tersebut membentuk sebuah gerbang, yang seakan-akan menunjukkan keindahan dan suasana yang semarak di sepanjang ruas jalan dan permukiman penduduk di Desa Namang.

Kepala Desa Namang, Zaiwan mengatakan tradisi ini merupakan salah satu kearifan lokal adat suku mengkanau yang ada Desa Namang dalam menyambut malam Lailatul Qadar.

“Tradisi ini sudah turun temurun sejak dulu, yang mana pada hari 23 ramadhan itu dikenal dengan malam 7 likur,” ucapnya kepada Bekawan.co.id, Sabtu (15/4/2023).

Ia katakan, bahwa kegiatan seperti ini biasanya setiap rumah tersebut menampilkan tanjuk likurnya.

“Lampu yang dibuat dari bambu yang terdiri dari 7 sumbu lampu likur tersebut, akan dinyalakan sampai menuju hari tiga puluh puasa ramadhan,” ujarnya.

“Lampu ini juga memiliki hitungan sendiri, yang mana setiap 24 ramadhan dengan 6 lampu likur, 25 ramadhan dengan 5 lampu likur, 26 ramadhan 4 lampu likur, begitu seterusnya sampai 30 puasa barulah lampu likur tersebut tidak dinyalakan lagi,” tambahnya.

Setelah lampu likur tersebut selesai, baru dilanjutkan dengan penutupan di malam Idul Fitri diiringi dengan takbir keliling bersama dengan masyarakat.

“Saya sangat bangga adat ini masih tetap dilestarikan, untuk itu saya mengajak seluruh elemen masyarakat Desa Namang agar kedepannya tetap melestarikan adat budaya melayu suku mengkanau,” tuturnya.

Ia berharap, tradisi ini bisa terus dijaga dan dilestarikan oleh semua pihak, baik itu kabupaten, kecamatan, desa dan pihak lainnya.

“Semoga tradisi ini terus terjaga dan mampu melestarikan budaya jaman nenek moyang ini sampai kapanpun kedepannya,” pungkasnya. (Robie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *