Tewas Tertimbun Tanah, Polisi Cek Kepemilikan Tambang dan Alat Berat

0
Share

BEKAWAN.CO.ID, BANGKA TENGAH– Telah terjadi kecelakaan tambang di areal eks PT Kobatin Jongkong 12 Desa Nibung Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah yang menyebabkan satu orang tewas tertimbun tanah, Minggu (30/10/2023).

Peristiwa naas itu terjadi di areal eks PT Kobatin Jongkong 12 dimana sebanyak tiga orang menjadi korban akibat dari aktivitas tambang timah ilegal tersebut.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperoleh pihak Bekawan.co.id, jika laka tambang tersebut terjadi malam hari dan 1 orang tewas dengan 2 orang luka-luka.

Ketiga korban kecelakaan tambang timah ilegal tersebut dua diantaranya berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke RSUD Abu Hanifah guna mendapatkan perawatan sedangkan satu orang lagi masih dalam pencarian.

Dari informasi, korban kecelakaan tambang timah ilegal di areal eks PT Kobatin Jongkong 12 ialah Tamrin dan Joko yang saat ini sudah dirawat di RSUD Abu Hanifah Bangka Tengah dan mendapatkan perawatan intensif.

Sementara, satu korban lagi Heriyanto nyawanya tidak tertolong lagi dan ditemukan tewas setelah petugas melakukan pencarian selama enam jam.

Kejadian kecelakaan tambang timah ilegal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Koba Iptu Dwi Kurnia Ardiyanto Nugroho menyampaikan petugas sedang melakukan pencarian terhadap korban.

“Iya memang benar telah terjadi kecelakaan tambang di Jongkong 12 dan saat ini petugas masih melakukan pencarian terhadap korban,” ungkapnya

Ia melanjutkan petugas berhasil menemukan korban pada pukul 19.45 wib dalam kondisi tidak bernyawa dan langsung dievakuasi.

“Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan dengan kondisi tewas dalam keadaan tertimbun tanah,” tuturnya.

Diketahui tambang timah ilegal yang beroperasi di areal eks PT Kobatin Jongkong 12 milik Ateng warga Kota Pangkalpinang dan menggunakan satu alat berat excavator yang belum diketahui pemiliknya.

Sementara itu, Kapolres Bangka Tengah AkBP. Dwi Budi Murtiono masih mengcroscek kejadian lengkap dan kepemilikan tambanh dan alat berat tersebut.

“Masih kami cros cek mas, ” ucapnya singkat.

Hingga kini, pihak Polres Bangka Tengah masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laka tambang tersebut. (Red/Bkw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *