Tewasnya Korban di Jalan Desa Jelutung diduga Korban Tabrak Lari, Warga : Ada Suara Benturan 2 Kali

0
Share

Bekawan.co.id, Namang – Iswadi (48) warga Desa Celuak, yang merupakan seorang pengendara motor yang tewas di tempat pada ruas jalan Desa Jelutung, Kecamatan Namang pada Kamis (23/2/2023) sekitar pukul 03.00 dini hari tersebut diduga menjadi korban tabrak lari.

Korban tersebut tewas saat perjalanan dari arah Pangkalpinang hendak pulang ke Desa Celuak, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, dengan kendaraan Scoopy warna merah dengan nomor plat BN 2518 TP.

Berdasarkan keterangan mata saksi dari salah satu warga Jelutung, yang rumahnya tidak terlalu jauh dengan lokasi kejadian mengatakan ia bersama dengan rekan satunya mendengar suara benturan di jalan.

“Kami kaget karena suara benturan, dan pada saat itu kami memang belum tidur,” ungkap warga tersebut saat dikonfirmasi media Bekawan.co.id pada Jumat (24/2/2023).

Ia mengungkapkan, suara benturan tersebut tidak terjadi satu kali melainkan dua kali.

“Saat terdengar suara pertama itu, saya dan rekan saya ini belum keluar, selang berapa waktu ada mobil yang lewat terdengarlah benturan kedua,” katanya.

“Dari suara benturan kedua ini juga ada suara yang membentur rolling door milik rumahnya,” lanjutnya.

Mendengar suara tersebut, langsung bergegas untuk mengecek ke lokasi kejadian.

“Ketika keluar tepat pada depan rolling door rumah kita, ternyata ada kepingan pecahan helm, yang berasal dari suara benturan rolling door tadi, ” katanya.

Dengan kaget berkata “Ya Allah, ada yang jatuh,” ucapnya.

Karena penasaran, mereka ini mengecek lebih dekat lagi, untuk melihat kondisi dan siapa yang jatuh tersebut.

“Lebih kaget lagi, waktu kami mengecek ini kondisi kepala korban sudah pecah berlumuran darah seperti terlindas,” ucapnya.

Karena kondisi sudah seperti itu, mereka jadi tidak mengenal wajah korban.

“dan karena kami tidak berani untuk bertindak, kami langsung menghubungi kadus dan kepala desa jelutung,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurutnya, suara benturan pertama itu dari pengendara yang jatuh, dan suara kedua itu benturan dari kepala korban yang mungkin terlindas, yang saat itu masih mengenakan helm.

“Jadi, karena kondisi yang seperti itu, kalau dikatakan kecelakaan tunggal ga mungkin,” pungkasnya. (Robie)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *