Ancaman Pembunuhan Sebabkan Kasus Rudapaksa Anak di Basel Baru Terungkap

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Selatan – Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bangka Selatan (Basel) AKP Candra Satria Adi Pradana ceritakan seputar kronologis ungkap kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur, Rabu (1/2) sore.

Seizin Kapolres AKBP Joko isnawan, ia mengatakan kasus persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan terduga pelaku M kepada korban sebut saja Mawar terungkap setelah satu tahun kejadian. Korban baru berani bercerita saat dia sedang berada di lingkungan pendidikan pondok pesantren.

“Mula kasus ini terungkap saat korban ini yang sedang sekolah di salah satu pondok pesantren di jenjang menengah atas seperti mengalami trauma berat. Korban sering menangis dan nilai mata pelajarannya anjlok hingga para guru yang ada di lingkungan sekolah coba bertanya kepadanya,” ungkap Chandra.

“Setelah ditanya guru, korban meminta dipanggil orang tuanya, lalu datang lah orang tuanya. Saat ditanya korban lalu menceritakan kejadian yang terjadi dan mereka langsung mendatangi polres untuk melaporkan kejadian tersebut tepatnya pada bulan November 2022 kemarin,” ujar Kasatreskrim Chandra.

Akan tetapi lanjut dia, pihaknya sempat mengalami kesulitan saat mengungkap kasus tersebut lantaran kejadian persetubuhan itu terjadi pada bulan Juli 2021. Artinya sudah lebih dari satu tahun kejadian baru dilaporkan kepada polisi sehingga cukup menyita waktu untuk pengumpulan barang bukti (BB).

“Karena kejadian sudah lebih dari satu tahun berlalu sehingga butuhkan waktu yang panjang dari saksi-saksi untuk mengingat kejadian awalnya. Apalagi pada perkara persetubuhan ini banyak ditemukan, tidak ada yang melihat secara langsung. Jadi penyidik butuh waktu untuk menentukan kebenaran kejadian ini,” terangnya.

Dirinya kemudian membeberkan alasan korban enggan bersuara setelah dirinya disetubuhi pelaku kepada keluarganya. Setelah dilakukan gelar perkara pada Selasa (31/1) kemarin, terungkap jika pelaku telah mengancam korban pasca melancarkan aksi bejatnya. Bahkan ancaman itu ialah membunuh korban.

“Jadi saat kejadian di bulan Juli 2021 itu posisi korban memang sedang berada di rumah. Pelaku pada saat itu sedang bersama dengan ayah korban di tempat mereka mencari udang, tapi pelaku izin untuk pulang arah ke rumah dan terjadilah persetubuhan pada hari itu di rumah korban,” beber Chandra.

“Ancamannya itu berbeda, pada saat di rumah korban dan menyetubuhi, pelaku mengancam korban untuk tidak teriak dan akan dipukul karena korban saat itu sempat melawan. Tetapi ancaman setelah aksi itu dilakukan pelaku akan membunuh korban kalau bersuara karena mereka sering bertemu di lokasi mencari udang,” ungkapnya.

Seorang nelayan sungkur di Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Bangka Belitung (Babel) ditangkap aparat kepolisian setempat lantaran diduga terlibat dalam tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur, Selasa (31/1) kemarin

Ialah M (47) yang dicokok Tim Panther Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Basel saat sedang menjalani rutinitas mencari udang sungkur di sebuah daerah di Kecamatan Toboali. Saat coba diamankan, sempat terjadi aksi kejar-kejaran pada pria paruh baya itu.

Bahkan setelah diamankan, lelaki bejat beranak tiga itu sempat tidak mengaku perbuatannya yang sudah hilangkan kesucian sebut saja Mawar (16), anak teman karibnya tersebut. Hal ini disampaikan langsung Kasatreskrim Polres Basel AKP Chandra Satria Adi Pradana pada Rabu (1/2) siang.

“Jadi pelaku diamankan saat di tempat dia mencari udang, sempat ada aksi kejar-kejaran dan pelaku akhirnya kami amankan meski tidak ada perlawanan. Memang saat diamankan pelaku sempat membantah, dan saat di bawa ke polres, kita gelar perkara, pelaku akhirnya mengaku,” kata Chandra.(hanxiao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *