Bujui : Sebaiknya Bantuan Perlengkapan Sekolah Diberikan dalam Bentuk Uang

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Selatan – Salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Bangka Belitung (Babel) ialah bantuan perlengkapan sekolah gratis kepada pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) disoroti Musani, Minggu (5/2).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Fraksi Keadilan Sejahtera Kebangkitan Bangsa (FKSKB) tersebut meminta eksekutif melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan evaluasi. Ihwal program janji politik dari Riza Herdavid dan Debby Vita Dewi.

“Saya harap program bantuan ke siswa dan siswi tingkat SD dan SMP berupa perlengkapan sekolah gratis ini dievaluasi. Karena Selama dua tahun pelaksanaan, para pelajar menerima bantuan ini tak bertepatan saat waktu dimulainya ajaran baru,” ujar Musani melalui rilisnya, Minggu (5/2) petang.

Ketua Bidang Politik Hukum dan Ham (Polhukam) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, sejauh ini ia melihat penyaluran bantuan perlengkapan sekolah dilakukan setelah tahun ajaran berjalan. Ini karena proses lelang baru dilakukan pada saat tahun ajaran baru.

“Kebutuhan orang tua untuk membeli perlengkapan sekolah itu saat tahun ajaran baru sedangkan dinas baru akan memulai proses lelang setelah semua data keperluan diketahui jumlahnya berapa. Dan ukuran seragam yang dibutuhkan masing-masing sekolah,” sambung Bujui sapaan akrabnya.

“Kalau begini jadinya, hasil pengadaan dilakukan di bulan Desember dan telah mendekati berakhirnya semester satu. Risiko terjadinya ukuran baju, celana tidak cocok sesuai ukuran badan siswa akan sangat mungkin terjadi. Kondisi ini tak berdampak bagi pedagang dan penjahit di Basel dari pelaksanaan melalui lelang,” ujarnya.

Pasalnya, pelaksanaan lelang program tersebut selama ini oleh pihak ketiga dari informasi yang berhasil dihimpun. Dan tidak melibatkan Usaha Kecil dan Mikro (UKM) di Basel. Musani berharap aebaiknya bantuan perlengkapan sekolah diserahkan dalam bentuk uang kepada seluruh wali murid penerima.

Diharapkan uang yang diterima para wali murid dapat dimanfaatkan langsung sebelum dimulainya ajaran baru. Dan dapat membeli perlengkapan siswa kepada para pedagang baju yang ada di Basel agar efek dominonya betul-betul terasa oleh para wali murid, pedagang ataupun tukang jahit.

“Pada tataran pelaksanaan penyerahan bantuan uang kepada wali murid saya harapkan dapat melibatkan tim dari unsur insepktorat, kejaksaan dan kepolisian agar pihak dinas pendidikan tidak ragu dalam merealisasikan apa yang saya usulkan ini. Semoga ini bisa dipertimbangkan eksekutif,” harap dia.(hanxiao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *