Dekranasda Bateng Kunjungi Pengrajin Lidi Nipah, Ini Harapannya

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Tengah – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bangka Tengah kembali melakukan kunjungan ke tempat-tempat kerajinan yang ada di wilayah Bangka Tengah. Kali ini, Ia singgah ke tempat pengerajin Lidi Nipah yang berada di Desa Bukit Kijang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Minggu (29/01/2023).

Eva Algafry selaku Ketua Dekranasda Bangka Tengah hadir bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop-UKM) Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Eva beserta rombongan merasa terpukau dengan hasil karya yang disuguhkan oleh Linda, pengrajin dari Lidi Nipah ini.

“Ternyata tidak semudah yang dibayangkan ya, untuk menghasilkan satu produk saja. Ini harus kita apresiasi, upaya dan kemauan Ibu Linda ini sangat luar biasa, padahal baru menjalani pelatihan di Provinsi sebanyak satu kali,” ungkapnya.

Istri Bupati Bangka Tengah ini berharap, hasil kerajianan yang istimewa dan unik ini dapat semakin dikenal masyarakat melalui Galeri Dekranasda yang akan segera dibuka di Pantai Kebang Kemilau, Kelurahan Arung Dalam.

“Kami harap kehadiran Dekranasda di sini bisa membantu. Dan dengan didirikannya Galeri Dekranasda, kita bisa menghimpun semua pengrajin yang ada di Bangka Tengah,” ujar Eva.

Dikatakan Eva agar bisa menampilkan produk terbaik hasil karya mereka, yang nantinya akan dipamerkan di galeri.

“Tujuannya agar lebih dikenal, dan kitapun harus bisa mengemas ini menjadi sebuah konten di media sosial agar lebih menarik perhatian,” harap Eva.

Linda (39) warga Bukit Kijang, merupakan pemilik dari kerajinan lidi Nipah yang diberi merek Radiya Craft.

Walaupun baru menggeluti dunia kerajinan khususnya yang berasal dari bahan baku lidi Nipah selama 3 bulan, Linda sudah berhasil memproduksi berbagai macam kerajinan seperti hampers, decorative box, tudung saji, tutup lampu, pot, dan lain sebagainya.

“Bahan baku lidi Nipah ini dibeli dari daerah Sungai Dua Kabupaten Bangka, dan Simpang Teritip Bangka Barat. Proses awal dari pembuatan kerajinan ini adalah dengan menyerut lidi satu-persatu, kemudian ditenun menggunakan alat tenun. Pemasaran kerajinan ini juga masih secara online, yaitu melalui media sosial kami ‘Radiya Craft’,” jelas Linda yang mematok harga kerajinan lidi Nipah ini, mulai dari harga Rp25.000,- sampai dengan Rp250.000,-.

Keinginan akan lebih dikenalnya produk kerajinan lidi Nipah ini pun menjadi harapan Linda.

“Semoga kerajinan yang berasal dari lidi Nipah ini bisa semakin dikenal masyarakat luas, bisa terkenal,” ungkap Linda.

(Diskominfosta Bangka Tengah/Robie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *