Jasad Rafles, Bocah yang Diterkam Buaya Akhirnya Ditemukan, Begini Penemuannya!!

0
Share

BEKAWAN.CO.ID, NAMANG – Rafles (13), seorang anak Warga Dusun Tanah Merah yang diterkam buaya di Sungai Lempuyang, Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, pada Sore kemarin Jumat (29/9/2023) akhirnya ditemukan.

Diketahui, Korban ditemukan sekira pukul 12.38 WIB pada Lokasi kejadian korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Camat Namang, Machyudi Saputra mengatakan sangat bersyukur akhirnya jasad korban dapat ditemukan hari ini.

“Alhamdulillah, anaknya yang hilang yang diterkam buaya kemarin bisa kita temukan hari ini, penemuan tersebut sekira pukul 12.38 WIB” ucapnya kepada Bekawan.co.id, Sabtu (30/9/2023).

Dia katakan, jasad korban tersebut berhasil ditemukan setelah dibantu oleh seorang nenek asal Air Mesu.

“Iya, tadi ada seorang warga dari Desa Air Mesu yang ikut membantu dan bisa dikatakan ahli dalam hal seperti ini,” ungkapnya.

“Awalnya, kita disuruh kosongkan terlebih dahulu lokasi kejadian sekitar pukul 11.30 WIB, setelah selang beberapa waktu dikabarkan bahwa jasad sudah mengapung tepatnya di lokasi kejadian kemarin,” tambahnya.

Selain itu, jasad korban yang ditemukan tersebut dalam kondisi utuh, hanya saja terdapat bekas luka gigitan dari seekor buaya yang menghantamnya.

“Kondisi jasad Alhamdulillah utuh semua, cuma terdapat luka gigitan di leher dan di betis dari seorang anak tersebut,” jelasnya.

“Setelah korban ditemukan, jasad langsung dibawa ke rumah duka dan insyaallah akan dikebumikan sore ini juga,” pungkasnya.

Machyudi sampaikan, bahwa tim tadi malam yang bertugas kembali turun hari ini untuk melakukan pencarian.

“Jadi tim tadi malam kembali turun untuk melakukan pencarian lebih lagi, Alhamdulillah di hari kedua ini jasad bisa ditemukan,” ucapnya.

Setelah ditemukannya korban, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari, Tim Rescue Kansar Pkp, Ditpolairud Polda Babel, Satpolair Polres Bangka Tengah, Babinkamtibmas, Tagana Prov. Kep. Babel, Kwarda Kep. Babel, Laskar Sekaban, BKSDA dan Aparat pemerintahan desa tanah merah bergegas membawa korban menuju rumah duka di Dusun Tanah Merah.

Atas berhasil ditemukannya korban, Operasi SAR Gabungan resmi ditutup. I Made Oka Astawa, Selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpiang menyampaikan terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu pencarian ini.

“Terima kasih banyak kepada seluruh instansi, potensi SAR dan unsur masyarakat yang ikut terlibat dalam proses evakuasi terhadap korban yang diterkam buaya, semoga kita bisa tetap bersinergi dan selalu mendukung dalam tiap aktivitas pencarian dan pertolongan di Kep. Bangka Belitung,” Imbuh I Made Oka. (Robie)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *