Masih 1 Lagi Karyawan Wasprod Belum Diperiksa, dari Pusat Tunggu Giliran

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Selatan – Insiden kecelakaan tambang yang sebabkan dua orang pekerja tewas pada Selasa (10/1) kemarin di areal pertambangan Dusun Tambang 10 Desa Rindik, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung (Babel) berbuntut panjang.

Terbaru, pada Rabu (18/1) hari ini tiga orang karyawan PT Timah Tbk diperiksa Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Basel. Hal ini disampaikan langsung Kasatreskrim Polres Basel AKP Chandra Satria Adi Pradana seizin Kapolres AKBP Joko Isnawan.

“Untuk saat ini perkembangan insiden laka tambang pada di Dusun Tambang 10 Desa Rindik beberapa waktu lalu, hari ini kita sudah periksa tiga saksi yaitu karyawan PT Timah Tbk sendiri, hasil pemeriksaan masih kita dalami karena dalam proses penyelidikan,” ujar Chandra, Rabu (18/1) malam.

Pemeriksaan yang dilakukan mulai dari jam 09.00 WIB itu berjalan panjang lantaran banyaknya pertanyaan yang dicecar penyidik kepada tiga karyawan perusahaan pelat merah tersebut. Hingga akhirnya pemeriksaan berakhir saat memasuki waktu Salat Magrib dan terpaksa dilanjutkan esok pagi.

“Jumlahnya ada empat orang yang kita panggil, mengingat waktu dan banyak pertanyaan yang dilontarkan penyidik ke saksi, masih ada satu orang saksi lagi yang belum dapat keterangan, jadi kita tunda dulu. Untuk pemeriksaan hari ini dimulai sejak jam sembilan pagi dan berakhir sebelum Magrib tadi,” kata dia.

Chandra menegaskan ke depan masih akan ada beberapa saksi lagi yang akan dilakukan pemeriksaan dengan jumlah yang lebih banyak dari hari ini. Kemungkinan akan ada dari pihak luar atau eksternal PT Timah Tbk namun nama-nama tersebut akan muncul usai staf dan karyawan dilakukan pemeriksaan secara mendalam.

“Untuk kendala, kenapa dari tanggal 10 waktu kejadian ke tanggal 18 ini baru melakukan pemeriksaan saksi, karena kemarin kita masih tunggu kegiatan dari kepala inspektur tambang. Untuk 11 orang pekerja kalau dipanggil belum karena hasil pemeriksaan ke karyawan PT Timah baru kita tahu nama-nama 11 pekerja di lokasi kejadian,” ujarnya.

“Setelah tahu nama-nama 11 pekerja di lokasi kejadian dari pemeriksaan hari ini, rencananya kita juga akan kirimkan undangan klarifikasi untuk mereka. Belum (indikasi pelanggaran pekerjaan), masih jauh, ini masih kami lakukan penyelidikan karena sempat terkendala sekitar satu minggu untuk pemeriksaan saksi-saksi,” tambahnya.

Kata Chandra, empat orang yang akan dan telah diperiksa ini sebagai tindak lanjut laporan informasi yang diterima di lapangan, ada keterlibatan mereka di dalam insiden laka tambang tersebut yang semuanya merupakan karyawan Pengawas Produksi (Wasprod) PT Timah Tbk Toboali. Di bawah kendali Kepala Unit Darat.

Namun tidak menutup kemungkinan ke depan, akan ada saksi dari karyawan pusat PT Timah Tbk di Pangkalpinang. Untuk dimintai keterangan terkait penjabaran kerja, mekanisme, jabatan, peraturan dan tanggung jawab pekerja (Job Description) yang dikeluarkan PT Timah Tbk pusat sesuai hasil hari ini.

“Sangat dimungkinkan hasil yang kami lakukan hari ini, pemeriksaan, kita akan panggil saksi dari PT Timah Tbk pusat di Pangkalpinang terkait Job Description yang dikeluarkan. Karena dari pemeriksaan hari ini disebutkan bahwa dari pusat yang memiliki aturan tersebut,” kata Chandra.

Dia menambahkan sejauh ini, untuk barang bukti (BB) dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) laka tambang dan telah dilakukan dua kali olah TKP baik secara mandiri atau gabungan berupa empat unit ponton tambang telah diamankan. Meskipun satu ponton tadi sempat terimbun tanah longsor.

“Jadi tinggal kita koordinasi lagi untuk BB yang kita amankan ini dengan pihak terkait. Sedangkan untuk alat berat itu memang ada dua unit, tapi bukan untuk operasional pekerjaan melainkan digunakan PT Timah untuk evakuasi para korban. Jadi alat berat ini sempat dipinjam, bukan berada di lokasi untuk operasional pekerjaan,” jelasnya.(dev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *