Pemkab Bateng Berikan Bantuan Darurat PMK 230 Juta dan Kick Off Vaksinasi Booster

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Tengah – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) gelarkan kick off vaksinasi booster Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Tahun 2023 dan penyerahan secara simbolis penerima bantuan darurat PMK Tahun 2022 Bateng di Kandang Kelompok Tani Sejahtera Desa Belimbing, Kecamatan Lubuk Besar pada Senin (13/3/2023).

PMK merupakan penyakit hewan menular akut yang menyerang hewan berkuku belah antara lain sapi, kerbau, kambing, domba dan babi dengan tingkat penularan mencapai 100% dan kerugian ekonomi sangat tinggi.

Diantara tanda klinis penyakit ini adalah demam tinggi 39 sampai 41 derajat celcius, keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak nafsu makan, pincang, luka pada kuku kaki dan diakhiri dengan lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, nafas cepat, bobot badan menurun secara drastis (15%).

Bupati Bateng, Algafry Rahman mengungkap pihaknya telah berupaya untuk menanggulangi PMK ini, antara lain dilakukan sosialisasi tentang PMK kepada para peternak, disinfeksi sarana prasarana kandang, serta vaksinasi PMK.

“Kegiatan vaksinasi PMK tahun 2022 telah dilakukan di 6 kecamatan di Bateng dengan realisasi vaksin sebanyak 6.078 dosis dan jumlah realisasi vaksin PMK di Bateng merupakan yang terbanyak di Provinsi Bangka Belitung (32% dari total realisasi pelaksanaan kegiatan),” ungkapnya kepada Bekawan.co.id, Selasa (14/3/2023).

Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan ternak sapi yang belum mendapatkan vaksinasi PMK ke Posko penanganan PMK, agar bisa di data dan segera mendapatkan vaksinasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bateng, Sajidin mengatakan selain membuka kegiatan kick off vaksinasi booster PMK, pihaknya juga melakukan penyerahan secara simbolis penerima bantuan darurat PMK tahun 2022 Kabupaten Bangka Tengah.

“Bantuan ini merupakan pergantian sapi atau pemilik ternak yang harus dipotong bersyarat dan mati karena terserang wabah PMK di Kabupaten Bangka Tengah,” ujarnya.

Sajidin sampaikan, pada Tahun 2022 lalu total sebanyak 19 orang peternak mendapatkan bantuan darurat PMK, dengan rincian 1 ekor sapi diganti dengan dana senilai Rp10 juta rupiah.

“Di Kabupaten Bateng terdapat 23 ekor sapi yang harus dipotong bersyarat atau mati, sehingga total dana bantuan sebesar Rp230 juta,” ungkapnya.

Ia pun berharap, bantuan darurat PMK ini dapat meringankan beban pada masyarakat yang mengalami kerugian akibat terdampak wabah PMK.

“Mudah-mudahan kegiatan vaksinasi PMK 2023 ini bisa berjalan lancar dan apa yang kita lakukan dapat memberikan manfaat bagi kita semua serta dapat mencegah penyebaran PMK di Bangka Tengah,” tutupnya. (Robie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *