Sebuah Inovasi, Sendok Edible dengan Kandungan Rumput Laut Alga Coklat (Phyeophyceae), Pengganti Sendok Plastik Sekali Pakai

0
Share

 

Oleh : Dinna Maulidya

Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) Jurusan Kimia

Melalui Hasil Pendanaan PKM-K Menghasilkan Sebuah Produk Inovatif yaitu Sendok Edible dengan Kandungan Rumput Laut Alga Coklat (Phyeophyceae) sebagai Upaya Mengurangi Sampah Sendok Plastik Sekali Pakai.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah sebuah kegiatan untuk meningkatkan mutu peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi. Dimana mahasiswa akan mengembangkan ide-ide kreatif yang mereka dapatkan dan menjadikan hal ini sebagai peluang untuk melakukan usaha melalui PKM di bidang kewirausahaan (PKM-K).

Melalui dana PKM-K mengahasilkan sebuah produk inovatif yaitu sendok edible yang memiliki kandungan baik untuk tubuh serta mudah di degradasi oleh alam.

Penggunaan sendok plastik dalam kehidupan sehari-hari sering kali sulit dielakkan. Dalam jangka waktu yang panjang, zat yang terkandung dalam sendok plastik tersebut dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Sendok Edible dengan Kandungan Rumput Laut Alga Coklat (Phyeophyceae) sebagai Upaya Mengurangi Sampah Sendok Plastik Sekali Pakai

Sendok edible merupakan sendok yang dapat di konsumsi dengan kandungan yang aman serta mengandung manfaat yang baik bagi tubuh. Produk ini memiliki inovasi berupa varian warna yang diambil dari esktrak tumbuhan alami.

Adanya dukungan dari pendanaan PKM-K dari kemendikbud, mampu menambah semangat peneliti muda untuk menggali lebih lanjut agar masyarakat Indonesia dapat merasakan sendok edible yang menyehatkan serta bisa mengurangi pemakaian sampah sendok plastik sekali pakai.

Penambahan Kandungan Rumput Laut Alga Coklat (Phyeophyceae)

Mereka membuat sendok yang bisa dimakan dari alga coklat untuk menambah khasiat dalam sendok. Penambahan alga coklat di dalam sendok edible juga menjadi salah satu alternatif dalam pemanfaatan potensi laut lokal di Kepulauan Bangka Belitung. Alga coklat (Phyeophyceae) mengadung alginat, protein, vitamin C, tannin, iodin, phenol sebagai obat gondok, anti bakteri dan tumor (Ode, 2014)

Selain penambahan alga coklat sebagai bahan utama dalam pembuatan sendok, sendok edible memiliki 4 variasi warna yang dihasilkan dari estrak bahan alam yakni, warna kuning dari labu kuning ( sebagai penurun kadar kolesterol), warna hijau dari daun pandan ( sebagai pencegahan penyakit jantung), warna biru dari bunga Telang ( untuk kesehatan otak) dan warna merah dari buah naga merah (mencegah penuaan dini).

Dengan adanya produk sendok edible yang ramah lingkungan serta banyak manfaatnya bagi kesehatan akan membuat masyarakat menjadi aman dan nyaman dalam mengkonsumsi makanan serta dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *