Sosialisasi KIE, Upaya Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Berbasis Sumber Daya Lokal

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Tengah – Pemkab Bateng melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar sosialisasi Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) mengenai olahan produk bebas gluten dan pengembangan produk mengatasi stunting berbasis sumber daya lokal, bertempat di Ballroom Soll Marina Hotel, Kamis (16/03/2023).

Sosialisasi ini digelar sebagai upaya mendorong percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal dan mendorong kreativitas serta inovasi olahan pangan lokal yang berdaya saing dan bernilai ekonomis.

Mewakili Bupati Bangka Tengah, Wahyu Nurrakhman selaku Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemkab Bangka Tengah menyampaikan, sosialisasi ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah untuk mendukung percepatan diversifikasi pangan lokal berbasis sumber daya lokal.

“Diversifikasi pangan difokuskan pada pangan lokal sumber karbohidrat non beras dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras, menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat secara mandiri, serta menjamin kecukupan gizi,” paparnya.

Ia berharap peserta sosialisasi yang terdiri dari Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bangka Tengah bisa menggali informasi sebanyak-banyaknya dan mengaplikasikannya sehingga tujuan dari diversifikasi pangan dapat tercapai.

Hadir di sosialisasi ini juga, Ketua TP-PKK Bangka Tengah, drg. Eva Algafry yang juga menjadi salah seorang narasumber mengatakan saat ini sudah terdapat Peraturan Bupati Bangka Tengah tentang gerakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal, yaitu Perbup Nomor 22 Tahun 2017 dan Surat Edaran Bupati Bangka Tengah Nomor 526/3271/DISPANG/2021 yang mewajibkn setiap kegiatan rapat, pertemuan, dan kegiatan sejenis lainnya wajib menyediakan konsumsi berupa produk pangan lokal.

“Banyak alternatif pangan lokal yang bisa dikonsumsi untuk mengurangi penggunaan beras dan terigu, seperti singkong, jagung, pisang, talas, kentang, juga sagu,” ucap Eva.

Selain itu, Ia berharap pengembangan pangan berbasis sumber daya lokal bisa menjadi salah satu upaya penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Bangka Tengah.

Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber yang merupakan dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian di Universitas Padjajaran, Dr. Fitriyuna, S.TP, M.Si.

Turut hadir dalam sosialisasi ini, yakni Ketua DWP Bateng, Kepala Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bateng, Camat se-Bateng atau yang mewakili, dan Koordinator BPP Kecamatan se-Bateng.

(Diskominfosta Bangka Tengah/Robie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *