BEKAWAN.CO.ID, NAMANG – Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama SMA Negeri 1 Namang pada Senin pagi (6/4/2026). Upacara bendera rutin kali ini menghadirkan Camat Namang, Dori Oktora, S.E., MM., sebagai pembina upacara. Kehadiran unsur pimpinan kecamatan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi langsung kepada ratusan siswa, tenaga pendidik, serta kependidikan di lingkungan sekolah tersebut.
Dalam amanatnya, Dori Oktora menyampaikan apresiasi atas kesempatan silaturahmi yang diberikan oleh pihak sekolah. Ia menekankan bahwa masa muda adalah momentum krusial untuk “berlari” demi menentukan masa depan.
“Sekolah ini adalah tempat untuk ditempa agar tidak cengeng dan mudah mengeluh. Banyak orang di luar sana yang tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan sekolah guna mengasah ilmu dan bakat. Jangan sampai kalah dengan orang kota meskipun kita sekolah di kampung,” ujar Dori tegas.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran guru yang tidak akan pernah bisa tergantikan oleh kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, guru memiliki keberkahan, hati, doa, dan perasaan yang harus dijaga oleh setiap murid. Selain adab kepada guru, ia juga berpesan agar siswa senantiasa memuliakan orang tua sebagai “keramat” di dunia.
Dori menutup amanatnya dengan pesan kemanusiaan yang mendalam. “Kita tidak harus lahir dari rahim yang sama untuk saling peduli. Jangan menzalimi sesama. Tanamkan dalam hati: aku tidak dapat menyenangkan semua orang, tetapi aku berusaha untuk tidak menyakiti orang lain,” pungkasnya.
Kepala SMAN 1 Namang, Yakob P. W., S.Pd., menyambut baik kehadiran Camat Namang dalam kegiatan ini. Beliau berharap motivasi yang disampaikan dapat menjadi pemantik semangat baru bagi para siswa.
“Kami berharap melalui arahan Bapak Camat, siswa-siswi kami semakin sadar akan pentingnya disiplin, adab kepada orang tua dan guru, serta memiliki daya saing yang tinggi. Semoga nilai-nilai yang disampaikan tadi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Yakob.
Upacara yang dipetugasi oleh pengurus OSIS SMAN 1 Namang ini juga meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Azril Hajri, salah satu siswa yang mengikuti upacara, mengaku sangat termotivasi, terutama terkait pesan mengenai teknologi AI dan peran guru.
“Pesan Pak Camat tadi sangat menyentuh, terutama soal guru yang memiliki doa dan keberkahan yang tidak ada di AI. Itu membuat saya pribadi lebih sadar untuk selalu menghormati guru-guru di sekolah,” ungkap Azril.
Kegiatan upacara berjalan dengan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran kecamatan, pihak sekolah, serta petugas upacara.
Fitri, S.Pd.
Guru bahasa Indonesia SMAN 1 Namang





















