Bakal Rumah Singgah Masyarakat Lepar Dibersihkan

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka Selatan – Belasan masyarakat dari Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Puskesmas Toboali lama dan dikomandoi Sekretaris Kecamatan Pandi pada Sabtu (11/2) pagi kemarin.

Aksi bersih-bersih di daerah aset milik Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Basel ini dilakukan sebagai tindak lanjut keinginan kuat bersama. Dalam rencana pembangunan rumah singgah bagi masyarakat Pulau Lepar di Ibukota Negeri Junjung Besaoh.

“Kemarin Pak Sekcam Pandi bersama belasan masyarakat Pulau Lepar mengadakan kegiatan bersih-bersih di kawasan Puskesmas Toboali lama, tidak jauh dari pelabuhan boom pendek Toboali,” ujar Bupati Basel Riza Herdavid melalui Camat Lepar Feri Edward pada Senin (13/2)

“Jadi bersih-bersih dilakukan sebagai tindak lanjut keinginan kuat dari warga untuk bangun rumah singgah untuk memudahkan warga, misalnya lagi ada keluarga sakit, ada acara olahraga baik di Toboali atau Pangkalpinang, kalau mau pulang, terkendala di transportasi laut, apalagi malam hari,” ungkapnya.

Setelah dibersihkan, nantinya material bekas sisa kontruksi bangunan yang masih bisa dipakai akan dimanfaatkan sebagai alternatif sementara dalam mendirikan rumah singgah itu. Secara bertahap kemudian menambah sedikit sarana dan prasarana, fasilitas pendukung agar bisa ditempati warga.

“Sementara ini kita dengan masyarakat secara swadaya akan memaksimalkan material bekas sisa kontruksi yang masih tersisa. Akan ditambah bertahap sarana, prasarana dan fasilitas yang dinilai penting. Setidaknya bangunan ini bisa ditempati dulu bagi masyarakat Lepar yang ada urusan di kota,” ujarnya.

Menurut Feri, ide mendirikan rumah ini sudah lama direncanakan, tepatnya di bulan Oktober 2021 kemarin. Saat itu rumah aset PT Timah yang diusulkan tidak kunjung mendapat persetujuan untuk dimanfaatkan menjadi rumah singgah. Opsi kemudian beralih pada bangunan Puskesmas Toboali lama.

“Kemudian karena ini aset dinkes, kami menghubungi kepala dinasnya, dan alhamdulillah mendapatkan respons yang baik. Cuma kendalanya bangunan puskesmas ini dalam kondisi rusak berat dan membutuhkan perbaikan. Di awal November kami inisiatif untuk ajukan bantuan ke PT Timah,” ujarnya.

“Dan Bank Sumsel, cuma jawaban dari mereka karena akhir tahun menunggu awal tahun 2022. Kurang lebih dari PT Timah memberikan jawaban yang sama. Lalu di akhir 2022 kami kirimkan proposal pengajuan ke PT Timah dan Sumsel, tetapi hingga saat ini belum ada, mungkin belum saja,” ungkap Feri.

Belum adanya tindak lanjut dari kedua perusahaan tersebut tak mematahkan semangat masyarakat Pulau Lepar untuk mendirikan rumah singgah. Meski dilaksanakan secara spontan, aksi bersih-bersih yang dilaksanakan masyarakat di Puskesmas Toboali lama itu menjadi salah satu buktinya.

“Kalau dari kami kecamatan membuka ruang seluas-luasnya bagi perusahaan swasta, atau donatur yang mau ikut membantu mendirikan rumah singgah ini. Sehingga masyarakat dari empat desa di Lepar bisa lebih mudah ketika sedang berada di Toboali, atau lagi ke Pangkalpinang ada tempat istirahat,” katanya.(hanxiao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *