One Village One Product Desa Namang Bikin Pelancong, Wisatawan Prancis, Jepang dan Singapura Takjub

0

Kunjungan Wisatawan Luar Negeri asal Prancis, Jepang dan Singapura ke Hutan Pelawan Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung

Share

BEKAWAN.CO.ID, NAMANG – Hutan Pelawan merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bangka Tengah, tepatnya berasa di Desa Namang. Udara yang sejuk, pepohonan yang rindang, suara burung yang merdu menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Hutan Pelawan.

Selaras dengan namanya, Hutan Pelawan memiliki keunikan yang hanya terdapat di kawasan hutan tersebut, yaitu Pohon Pelawan, pohon berkayu merah yang disebut-sebut sebagai endemik Provinsi Bangka Belitung. Tak hanya itu, bermacam flora dan fauna unik lainnya dapat ditemukan disini.

Keunikan tersebut menarik perhatian beberapa wisatawan mancanegara untuk berkunjung, salah satunya Pier (42), berasal dari Prancis, yang berprofesi sebagai produser dan penasihat ilmiah di National Geographic Media. Raut wajah Pier tampak antusias saat tiba di Hutan Pelawan, Rabu (21/06/2023).

Kepala Desa Namang, Zaiwan ikut menyambut kedatangan Pier bersama istrinya di Hutan Pelawan. Layaknya seorang pemandu wisata, Zaiwan dengan lancar mengenalkan flora dan fauna unik yang ada di Hutan Pelawan.

“Alhamdulillah, saya bangga tempat wisata di Namang menjadi salah satu pilihan wisatawan mancanegara, beberapa waktu lalu ada dari Amsterdam, kali ini dari Prancis,” ucap Zaiwan.

Ia juga menyuguhkan makanan khas Bangka Belitung, Ubi Culet, rebus singkong yang dipadukan dengan parutan kelapa gula merah, juga Teh Pelawan khas Hutan Pelawan yang terbuat dari ekstraksi Daun Pelawan.

Pier bersama istrinya tampak menikmati nikmatnya Ubi Culet yang dipadukan dengan Teh Pelawan di bawah rindangnya pohon pelawan sambil mengamati burung-burung khas Hutan Pelawan yang juga tampak menyambut kedatangan Pier.

“Saya sangat suka karena pertama Anda bisa melihat itu adalah hutan yang terpelihara dengan baik jadi saya suka faktanya, Anda masih bisa melihat kehidupan yang begitu tenang di dalamnya ketika kami melihat burung pelatuk bersama dan kami juga melihat burung Pitta, kedua burung ini hanya bisa Anda lihat temukan di hutan yang aman, jika hutan terganggu mereka tidak akan hidup, jadi itu pertanda baik,” kata Pier.

Pier juga kagum melihat budaya dan keunikan masyarakat di Namang khususnya mulai dari bentuk rumah, makanan, Pohon Pelawan, juga Teh Pelawan. Ia pun bersyukur bisa mempelajari atau mengetahui hal ini.

“Saya sudah menyukainya, dan apa yang saya tidak tahu saya akan melihat itu adalah kejutan yang sangat besar bagi saya untuk melihat juga budaya orang-orang di sini, rumah khas, makanan khas, pohon pelawan, teh pelawan, saya menemukan banyak hal. yang saya tidak tahu hari ini, sangat bersyukur itu pengalaman yang luar biasa,” ucap Wisatawan tersebut.

Pier juga memberikan pesan dan harapannya untuk selalu menjaga dan memelihara Hutan Pelawan.

“Terus lakukan apa yang Anda lakukan karena itu hebat, tetap izinkan orang-orang seperti saya mengalami ini. Karena di Prancis kami tidak tahu tentang Hutan Pelawan, kami tidak tahu tentang Pohon Pelawan, jadi sekarang ketika saya kembali saya dapat memberi tahu teman-teman saya dan mungkin mereka datang, dan ini adalah bagaimana Anda membuat reputasi yang baik, dan bagaimana Anda membuat budaya. desa Anda di pulau Anda bersinar dengan cara tertentu. Jadi satu-satunya saran saya adalah tetaplah apa adanya, teruslah bekerja dengan baik di sini karena itu hebat,” ujar Pier.

Sehari setelah kunjungan turis asal Prancis, tepatnya Kamis (22/06/2023), Desa Namang yang termasuk kategori one village one product kembali kedatangan tamu mancanegara. Mereka merupakan tim importir lada yang berasal dari Jepang dan Singapura.

Kedatangan mereka ini untuk melihat secara langsung kondisi perkebunan lada yang ada di Bangka. Kali ini tujuan kunjungannya ke kebun lada milik H. Bujang di Desa Namang, Bangka Tengah.

Menurut Kades Namang, Zaiwan, kegiatan ini mengedukasi para tamu mancanegara ini mengenai lada, mulai dari kultivasinya, perawatannya, cara panen, cara mengolahnya hingga menjadi lada yang siap dikonsumsi. Diketahui, produk lada dari Bangka terkenal dengan nama Muntok White Pepper .

Tak lupa, Kades Naming juga mengajak para tamunya ke Hutan Pelawan melihat habitat asli pohon Pelawan serta mencicipi madu khas Hutan Pelawan dan air nira. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *