Polsek Belinyu Amankan 10 Unit Motor yang Terlibat Balap Liar

0
Share

Bekawan.co.id, Bangka – Aksi balap jalanan secara liar yang dilakukan sekelompok pemuda di Jl Raya Sincong, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil dibubarkan aparat Kepolisian Sektor (Polsek) setempat, Minggu (2/4) pagi.

Selain membubarkan aksi yang sangat meresahkan masyarakat tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah kendaraan roda dua milik para pemuda. Hal ini disampaikan langsung Kapolsek Belinyu AKP Chandra Satria Adi Pradana saat dikonfirmasi awak media pada Minggu (2/4) petang.

“Lepas salat subuh tadi sekira jam lima kami melaksanakan apel pagi sebelum melaksanakan kegiatan penertiban balap jalanan secara liar. Untuk apel sendiri tadi dipimpin Panit Reskrim Ipda Ufran dan Panit Sabhara Ipda Sutejo,” ujar Chandra seizin Kapolres Bangka AKBP Taufik Noor Isya.

Kemudian, lanjut mantan Kasatreskrim Polres Basel itu, kegiatan penertiban langsung dimulai sekira jam 05.10 WIB. Personel Res Intelkam Polsek Belinyu langsung bergerak menuju titik yang menjadi tempat balapan liar. Beberapa saat setelahnya disusul personel dengan seragam lengkap.

“Di lokasi kita berhasil mengamankan kendaran roda dua yang tidak standar, kendaraan jambrong, knalpot tidak standar sebanyak sepuluh 10 unit. Ada tiga unit Yamaha Jupiter MX, dua unit Honda Revo, Yamaha FIZ R, Yamaha RX King, Yamaha Mio Soul dan Suzuki Satria,” ungkap AKP Chandra.

Lebih lanjut yang terakhir adalah motor merek Viar. Akibatnya masing-masing kendaraan tersebut diamankan di Mako Polsek Belinyu. Setelah dimintai keterangan, para pemilik tidak bisa menunjukkan tanda bukti kepemilikan kendaraan, Surat Izin Mengemudi (SIM) dan lainnya.

“Karena mereka tak bisa menunjukkan surat kepemilikan dan SIM, oleh Panit Lantas Polsek Belinyu tadi diberikan surat teguran kepada pengendara sepeda motor dan mengarahkan agar segera dilengkapi atau dikembalikan ke standar kendaraannya. Perlu diketahui, mereka semua kebanyakan masih remaja,” ungkapnya.

“Serta dominan masih pelajar dan aksi balapan liar kerap terjadi pada saat berlangsungnya bulan suci ramadan setelah sahur. Jadi mereka ini, para remaja dan muda-mudi berkumpul-kumpul atau nongkrong di ruas pinggir bahu Jalan Raya Sincong,” pungkas AKP Chandra.(hanxiao)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *